Selamat Datang di Web Jendela Keluarga Aris Nurkholis - Ratih Kusuma Wardani

Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami

Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Cinta Tanpa Syarat

Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.

Cinta Tidak Harus Dengan Kata

Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.

Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta

Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.

Sunday, May 3, 2020

Perbanyak Kalimat Thayyibah Saat Musibah

Oleh: Ust. Atabik Lutfi, LC. MA.




مَن كَانَ یُرِیدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِیعًاۚ إِلَیۡهِ یَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّیِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ یَرۡفَعُهُۥۚ

"Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. KepadaNyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal shalih akan mengangkatnya...". (Fathir: 10)0

🔹 Harus banyak cara dan ikhtiar dalam menghadapi musibah, karena itu pertanda kesungguhan tawakkal
🔹Ikhtiar lahiriah dan bathiniyyah, usaha ilmiyyah dan imaniyyah, termasuk kalimat thayyibah
🔹 Kalimat thayyibah mencakup semua perkataan yang baik, yang berisi pengagungan dan pujian kepada Allah swt
🔹Termasuk kategori kalimat thayyibah adalah dzikir, do'a, dan munajat
🔹 Melazimkan kalimat thayyibah akan menghindarkan diri dari kalimat sayyi'ah/khabitsah, berupa umpatan, fitnah, su'u dzan, hinaan, makian, dan sejenisnya
🔹 Ayat ini mengkorelasikan antara kalimat thayyibah dan amal shalih, yang saling menyempurnakan
🔹 Kalimat thayyibah akan naik ke atas, yang diperkuat dengan amal shalih yang akan mengangkatnya
🔹 Maksudnya, kalimat thayyibah sebagai dasar pijakan, sedang amal shalih adalah pembuktian
🔹 Ujian untuk tetap menjaga kalimat thayyibah di saat musibah, memang lebih berat, karena cenderung kalimat sayyi'ah yang lebih dominan
🔹Padahal do'a dan munajat di saat musibah, semakin memperkuat terkabulnya segala ikhtiar, agar terbebas dari bahaya
🔹 Diantara kalimat thayyibah yang dicintai oleh Allah swt, adalah Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaha Illallah, dan Allahu Akbar
🔹 “Empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai” (HR. Muslim)
🔹Mari perbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dzikir, do'a dan munajat, sebagai penyempurna ikhtiar kita, agar terhindar dari bala bencana.

Saturday, May 2, 2020

Ujian itu Bernama Iman



Oleh Ust. Atabik Lutfi, LC. MA.


أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن یُتۡرَكُوۤا۟ أَن یَقُولُوۤا۟ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا یُفۡتَنُونَ

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan untuk mengatakan, “Kami telah beriman,” sedang mereka tidak diuji/difitnah?"
[QS. Al-Ankabut: 2]

✅ Inti dari ujian dalam beragam bentuknya adalah ujian keimanan
✅ Jenis dan bentuk ujian diserahkan kepada Yang Menguji yaitu Allah swt
✅ Dia Yang Maha Mengetahui batas atau kadar ujian, tujuan ujian, hikmah ujian, dan sebagainya
✅ Tidak ada ujian yang melebihi batas kemampuan manusia
✅ Posisi hamba terhadap ujian Allah swt adalah sebagai peserta ujian
✅ Peserta yang baik mengikuti semua ketentuan dan aturanNya
✅ Itulah iman hadir dalam berbagai kondisi dan situasi
✅ Itulah pembeda antar orang yang beriman dan orang tidak beriman
✅ Orang beriman akan semakin meninggi keimanannya, demikian sebaliknya
✅ Parameternya: ibadah semakin baik, amal shalih semakin meningkat, akhlak semakin mulia
✅ Virus corona bukan satu-satunya bukti keMaha Kuasaan Allah swt
✅ Sebelumnya ada Sars, flu burung, flu babi, dan sejenisnya
✅ Setelah ini WaLlahu A'lam akan ada tanda kekuasaan Allah swt lainnya
✅ Makhluk-makhluk tersebut membuat semua tidak berdaya
✅ Termasuk para umara, ulama, ilmuwan, pakar beragam disiplin ilmu
✅ Yang Kuasa sesungguhnya hanyalah Allah swt. Itulah ujianNya
✅ "Katakanlah, “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 51)
✅ Semoga kita kuat menghadapi ujian, lulus dengan nilai cumlaude. Amiin

Friday, May 1, 2020

Orang yang Terbimbing

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*




Dinukil dan diselia dari
*"Agar Terbimbing"*
(3 of 3 Output Ramadhan)
@prouchannel
salimafillah, 28 April 2020

***

Di antara tarbiyah Ramadhan yang diharapkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla adalah selain “la’allakum tattaqun” “supaya kita bertaqwa” dan “la’allakum tasykurun” di ayat ke 185 “supaya kita bersyukur,” di ayat ke 186 surat Al-Baqarah ada kata-kata “la’allahum yarshidun” “supaya senantiasa mendapatkan bimbingan Allah ﷻ.”

Dalam sebuah hadits Qudsi, Nabi ﷺ bersabda.. Allah ﷻ berfirman, _“Hamba-hambaKu terus mendekatkan diri kepadaKu dengan yang fardhu-fardhu dan mereka terus mendekatkan diri dengan yang sunnah sampai Aku mencintai mereka._

Kalau Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi mata yang dia gunakan untuk melihat, menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi lisan yang dia gunakan untuk bicara, menjadi tangan yang dia gunakan untuk bertindak, menjadi kaki yang dia gunakan untuk melangkah.”_

Itulah saat terindah; terbimbing dalam hidup ketika semua anggota tubuh kita bergerak karena Allah ﷻ. Seluruh anggota tubuh kita bergerak dalam bimbingan Allah ﷻ.

Semoga Ramadhan kita mengantarkan kita menjadi orang yang terbimbing.

***

*🌾Mari Berdoa🌾*

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

_Allaahumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ain, wa ashlih lii sya'nii kullah, laa ilaaha illaa anta._

Ya Allah, rahmatMu yang aku harapkan, maka jangan Engkau serahkan urusanku kepada diriku meskipun sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.
(HR. Abu Dawud 4/324)

_Aamiin_

Thursday, April 30, 2020

Agar Menjadi Orang yang Bersyukur

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*



Dinukil dan diselia dari
*"Agar Bersyukur"* 
(2 of 3 Output Ramadhan)
@prouchannel
salimafillah, 28 April 2020

***

Di antara tujuan tarbiyah Ramadhan selain "la'allakum tattaqun" di ayat 183, Allah juga mengatakan _"wa la'allakum tasykurun"_ di ayat 185.

Menjadi orang yang bersyukur adalah menjadi seseorang yang sadar bahwa di sekitar kita ini lautan nikmat Allah yang kita selami bersama-sama. Maka mensyukuri membuat segala sesuatu yang tampak biasa-biasa saja bagi mata yang tidak bersyukur menjadi lebih indah, menjadi lebih agung, menjadi lebih mulia.

Kalau kita minum segelas air putih, kita syukuri. Kita ingat dari mana dia berasal. Bagaimana dia naik ke langit. Bagaimana dia berarak sebagai awan. Bagaimana dia jatuh sebagai hujan. Bagaimana dia menyusup ke dalaman bumi. Bagaimana dia menyusuri berbagai macam lapisan tanah sampai muncul sebagai air yang kita minum. Betapa luar biasanya kita akan merasakan nikmat air itu.

Itu baru air. Belum berbagai macam nikmat lain yang dianugerahkan Allah. Mari menjadi hamba yang bersyukur seperti tarbiyah Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi hamba yang bersyukur.

***

*🌾Mari Berdoa🌾*

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

_Robbi auzi'nii an asykuro ni'matakallatii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihan tardhoohu, wa ad-khilnii birohmatika fii 'ibaadikash-shoolihiin._

Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (An-Naml [27]: 19)

_Aamiin_

Wednesday, April 29, 2020

Agar Bertaqwa

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*

Dinukil dan diselia dari

Agar Bertakwa

Salim A Fillah

***



Salah satu iradah syar’iyyah dari Allah ﷻ memerintahkan kita berpuasa adalah “la’allakum tattaqun,” supaya kita bertaqwa. Apa makna taqwa sebenarnya? Ada satu makna yang sangat sederhana.

Sayyidina Umar bin Khattab RA bertanya kepada Ubay bin Ka’ab, “Wahai Ubay, apakah taqwa itu?”

Kata Ubay bin Ka’ab, “Pernahkah engkau wahai Amirul mukminin, berjalan di satu tempat yang remang-remang sinarannya, sementara di situ banyak duri, banyak onak, banyak lubang jebakan?”

Kata Umar bin Khattab RA, “Tentu saja aku pernah.”

Kata Ubay, “Kalau begitu, apa yang engkau lakukan saat itu?”

Kata Umar bin Khattab, “Aku berhati-hati.”

Ubay bin Ka’ab kemudian mengatakan, “Fadzalika taqwa,” itulah taqwa.

Mari menjadi pribadi yang bertaqwa, yaitu pribadi yang berhati-hati. Berhati-hati memikirkan setiap Langkah dalam kehidupan kita, berhati-hati karena Allah senantiasa mengawasi kita, berhati-hati karena kemudian di dalam setiap Langkah kita ada halal ada haram, ada yang haq ada yang bathil. Hati-hati adalah kunci.

***

*🌾Mari Berdoa🌾*

اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا، أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا

_Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa._

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Rabb yang mensucikannya, Engkau pelindung dan Pemeliharanya.
(HR. Muslim)


_Aamiin_

Monday, April 27, 2020

Amalan Ringan yang Menentukan

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*

Dinukil dan diselia dari tulisan
Mohammad Fauzil Adhim, 26 April 2020



***

Ada ‘amalan yang tampaknya sangat ringan, tetapi justru paling menentukan. Bersebab ‘amalan itu Allah ‘Azza wa Jalla ridha kepada kita. Tampak ringan bersebab ‘amalan utamanya tidak tampak secara zahir, tetapi ‘amalan zahir itu tercermin dalam lisan dan perbuatan anggota badan.

***

Ada ‘amalan yang kelihatannya ringan, sedemikian ringan dipandang mata sehingga banyak orang lalai membekali diri. Bermudah-mudah mengambil perkataan, membagikan berita yang ia tidak tahu apakah itu benar adanya atau reka-reka semata, mengatakan ungkapan manusia yang seolah berlandaskan ilmu padahal nyata bertentangan dengan ‘aqidah.

Sebabnya ialah _qil wa qal_ (قِيلَ وَقَالَ), mengambil perkataan yang tersebar, semisal karena viral, tetapi lalai memeriksa kebenarannya. Merasa ringan menyebarkan seakan kelak tidak dimintai pertanggung-jawaban.

Padahal bersebab bermudah-mudah dalam membagikan perkataan yang tak jelas, berita yang tak teruji kebenarannya, maka seseorang dapat terjatuh ke dalam golongan pendusta. Ia merasa dirinya jujur karena tidak pernah menyengaja berbohong, tetapi ia telah tergolong sebagai pembohong.

Sebabnya? Ringan menyebar _qil wa qal_ tanpa memeriksa kebenarannya.

***

_Qil wa qal_ sangat buruk. Sebaliknya, ada yang sangat dimurkai Allah Ta’ala disebabkan suka menghabiskan umur untuk bertanya hal-hal yang tidak membawa kemaslahatan, bukan pula untuk mematangkan pemahaman. Banyak sebabnya, tetapi pada pokoknya banyak bertanya yang Allah Ta’ala murkai adalah berbanyak pertanyaan yang tidak penting, tidak pula bermanfaat. Ini berbeda dengan bertanya untuk memperoleh ilmu. Sesungguhnya pertanyaan yang baik itu setengah dari ilmu.

***

Berkenaan dengan tiga yang Allah Ta’ala ridhai dan yang Allah ‘Azza wa Jalla murkai, mari kita ingat hadis berikut ini:

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَأَنْ تُنَاصِحُوا مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ
.
"Sesungguhnya Allah ridha kepada kalian dalam tiga perkara dan murka kepada kalian dalam tiga perkara. Allah ridha kepada kalian bila kalian menyembah-Nya dan kalian tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, bila kamu sekalian berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak bercerai-berai, dan bila kalian saling menasihati dengan orang yang dikuasakan oleh Allah untuk mengurus perkara kalian".

Dan Allah murka kepada kalian dalam tiga perkara: qil wa qal (قِيلَ وَقَالَ), banyak bertanya dan menyia-nyiakan (menghambur-hamburkan) harta.” (HR. Muslim).

Semoga kita dapat mengambil pelajaran, khususnya untuk upaya kita agar Ramadhan ini berbuah taqwa. Allah Ta’ala ampuni dosa-dosa kita.

Saturday, April 25, 2020

Tugas Kita Berdakwah



🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾

Dinukil dan diselia dari tulisan
Mohammad Fauzil Adhim, 25 April 2020

***

Hari ketiga #tarawihdirumahsaja ada hal sederhana yang ingin saya ingatkan kepada anak-anak semua. Ini adalah bagian dari upaya saling mengingatkan antar anggota keluarga, bukan karena mau shalat tarawih lalu memberikan kultum.

Satu hal yang saya sangat mengingini anak-anak mengingat dan memeganginya, yakni bahwa tugas kita berdakwah, mengajak manusia ke Allah. Bersungguh-sungguh mengajak manusia kepada agama ini. Dan ini tidak sama dengan ceramah. Tidak setiap ceramah agama itu dakwah dan tidak setiap dakwah itu ceramah. Yang tidak boleh hilang adalah dakwah, dimana pun kita berada, apa pun atribut sosial maupun pekerjaan formal kita.

Runtuhnya Baghdad di zaman keemasan Islam, Andalusia, hingga Guangzhou dan sekitarnya yang dulu menjadi penggerak dakwah ke negeri-negeri lain bukan karena tidak adanya kekuatan militer, bukan pula karena berhentinya majelis ilmu maupun musabaqah dalam urusan agama. Tetapi ketika dakwah terhenti dan ceramah agama tak lagi membawa kabar gembira sekaligus peringatan.

Begitu pula Persia. Negeri yang banyak melahirkan para ulama Ahlussunnah di puncak-puncak berbagai cabang ilmu agama, runtuh bukan karena hilangnya majelis ilmu. Tetapi ketika dakwah melemah. Persia kemudian terbelah menjadi beberapa negara, tetapi wilayah utama yang bernama Iran, kini tak lagi menjadi negeri Ahlussunnah.

Sekelumit cerita tarawih malam ini, di luar suasana tarawih yang beragam selama tiga hari ini. Secara pribadi, ini merupakan gambaran untuk refleksi dalam mendidik anak; apa yang perlu diperbaiki.

Ramadhan Mengantarkan Manusia Menjadi Orang yang Terbimbing



Ramadhan Mengantarkan Kita Menjadi Orang yang Terbimbing

Salim A. Fillah, 2017

***

Di antara tarbiyah Ramadhan yang diharapkan oleh Allah 'azza wa jalla adalah, selain "la'allakum tattaqun" "supaya kita bertaqwa," dan "la'allakum tasykurun" di ayat ke-185 "supaya kita bersyukur," di ayat ke-186 surat Al-Baqarah ada kata-kata "la'allahum yarsyudun," "supaya senantiasa mendapatkan bimbingan Allah _Subhanahu wataala_"

Dalam sebuah hadits Qudsi Nabi SAW bersabda, _"Allah subhanahu wataala berfirman.. 'hamba-hambaku terus mendekatkan diri kepadaku dengan yang fardhu-fardhu, dan mereka terus mendekatkan diri dengan yang sunnah sampai aku mencintai mereka. Kalau aku sudah mencintainya, maka aku menjadi mata yang dia gunakan untuk melihat. Menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar. Menjadi lisan yang dia gunakan untuk bicara. Menjadi tangan yang di gunakan untuk bertindak. Menjadi kaki yang dia gunakan untuk melangkah.'"_

Itulah saat terindah, terbimbing dalam hidup ketika semua anggota tubuh kita bergerak karena Allah _subhanahu wataala_.

Semoga Ramadhan kita mengantar kita menjadi orang yang terbimbing.

Friday, April 10, 2020

Tadabur Al Quran Surat An Nahl Ayat 90 Tentang Perintah Berbuat Ihsan


Tadabur Al Quran Surat An Nahl Ayat 90 Tentang Perintah Berbuat Ihsan

Allah SWT Memerintah Berlaku Adil dan Berbuat Ihsan....

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan berbuat ihsan.” (QS. An-Nahl: 90)

⏺ Ayat ini menurut sahabat Ibnu Mas'ud merupakan ayat yang paling lengkap (أجمع آية), tentang akhlak yang luhur, yaitu berlaku adil dan ihsan

⏺ Syekh Shalih Al-Utsaimin menuturkan, seluruh kebaikan ajaran Islam telah terhimpun dalam dua kata yang agung, yaitu adil dan ihsan

⏺ Adil merupakan pondasi agar kehidupan berjalan dengan baik. Sedang ihsan merupakan cermin kebaikan seseorang yang paling tinggi

⏺ Kedua perilaku ini juga merupakan benteng agar terhindar dari perbuatan keji dan munkar, yang disebutkan di kalimat setelahnya

⏺ Justru seorang yang mampu berbuat kebaikan dengan ihsan, maka akan meraih balasan yang berlipat ganda.

⏺ Rasulullah saw bersabda:

« إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ »

“Jika Islam salah seorang dari kalian baik, maka setiap amal kebaikan yang ia lakukan akan dicatat (pahalanya) sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat.” (HR. Bukhari)

Artikel diambil dari Grup ODOT (One Day One Tadabur) Ust. Atabik Lutfi, Lc.MA.

Sunday, April 5, 2020

Tadabbur Quran Surat Al Mursalat Ayat 44: Allah SWT Membalas Kebaikan Orang-orang Muhsin



Tadabbur Alquran Surat Al Mursalat ayat  44

إِنَّا كَذَ ٰ⁠لِكَ نَجۡزِی ٱلۡمُحۡسِنِینَ

"Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat ihsan". (Al-Mursalat: 44)

❇️ Ayat ini merupakan penutup, tentang balasan surga dengan segala kenikmatannya, yang disediakan untuk orang-orang yang berbuat ihsan

❇️ Diantara kenikmatan yang disebut di ayat 41 - 43 sebelumnya adalah: Selalu berada dalam naungan (yang teduh) di sekitar mata air yang indah

❇️  Mendapat berbagai macam buah-buahan yang mereka ingini. Dipersilakan makan dan minum dengan sesuka hati tanpa batas

❇️ Demikian diantara balasan yang telah disiapkan oleh Allah swt, untuk semua hambaNya yang mampu berbuat ihsan

❇️  Yaitu berbuat kebaikan yang terbaik, dengan cara yang terbaik, dan menghasilkan kebaikan yang terbaik. Ihsan adalah puncak kebaikan dalam beragam amal

Diambil dari grup ODOT (One Day One Tadabbur)  Ust  Dr. Atabik Lutfi, Lc.MA.

Friday, April 3, 2020

Tadabur Quran Surat Al Ghasiyah Ayat 23-24 Tentang Azab untuk yang Ingkar



Tadabur Alquran Surat  Al-Ghasyiyah: 23 - 24 Tentang Azab Bagi Orang Yang Ingkar

إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ۝  فَیُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ

"Kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kufur, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar". (Al-Ghasyiyah: 23 - 24)

Penjelasan:
📖 Setelah menjelaskan tugas Rasulullah saw sebagai pemberi peringatan, ayat ini menyebut hukuman bagi yang berpaling darinya

📖 Mereka yang menerima peringatan, mendapat keselamatan, sedang yang menolak dan mengabaikan menerima hukuman azab yang besar

📖 Azab yang besar menurut para mufassir adalah azab akhirat. Semua yang di akhirat itu besar dan berat

📖 Mafhumnya, ada azab yang kecil atau ringan, yaitu hukuman di dunia, jika dibandingkan dengan di akhirat

📖 Ayat yang semakna dengan ini terdapat di As-Sajdah: 21, "Dan Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)...."

📖 Ibnu Abbas ra menyebut, diantara azab kecil adalah bala, musibah, atau bencana yang terjadi di dunia

Diambil dari ODOT (One Day One Tadabbur) Ust. Dr. Atabik Lutfi, Lc. MA.

Monday, March 5, 2018

Dampak buruk perkawinan anak

Setiap anak berpotensi mengalami stunting

Ciri-ciri Stunting

Apa itu stunting...?

Tuesday, February 6, 2018

Apakah itu Stunting..?


Kebanyakan orangtua hanya melihat perkembangan dan pertumbuhan anaknya dari berat badan saja. Jika berat badan cukup atau melihat pipi anaknya sudah sedikit tembam, maka dianggap anak tersebut sudah sehat. Padahal, tinggi badan tak kalah penting untuk dipantau. Banyak yang tidak menyadari bahwa anak pendek adalah permasalahan gizi yang cukup buruk bagi kesehatan anak. Apa dampak dari tinggi badan anak pendek? Apa penyebabnya?

Tubuh anak pendek bisa jadi tanda gangguan pertumbuhan stunting

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Banyak yang tak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah pertumbuhan si kecil. Apalagi, jika stunting dialami oleh anak yang masih di bawah usia 2 tahun. Hal ini harus segera ditangani dengan segera dan tepat. Pasalnya stunting adalah kejadian yang tak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi.
Kondisi ini disebabkan oleh tidak tercukupinya asupan gizi anak, bahkan sejak ia masih di dalam kandungan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa 20% kejadian stunting sudah terjadi ketika bayi masih berada di dalam kandungan. Kondisi ini diakibatka oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit. Akhirnya, pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran.
Selain itu, stunting juga bisa terjadi akibat asupan gizi saat anak masih di bawah usia 2 tahun tidak tercukupi. Entah itu tidak diberikan ASI eksklusif ataupun MPASI (makanan pendamping ASI) yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.
Banyak teori yang menyatakan bahwa kurangnya asupan makanan yang mengandung zink zat besi, serta protein ketika anak masih berusia balita, adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kejadian ini.

Bagaimana saya bisa tahu kalau anak pendek?

Hal ini sebenarnya bisa Anda ketahui jika Anda memantau pertumbuhan serta perkembangan si kecil sejak ia lahir. Beberapa gejala dan tanda lain yang terjadi kalau anak mengalami gangguan pertumbuhan:
  • Berat badan tidak naik, bahkan cenderung menurun
  • Perkembangan tubuh terhambat, seperti telat menarche (menstruasi pertama anak perempuan)
  • Anak mudah terkena penyakit infeksi
Sementara, untuk tahu apakah tinggi anak normal atau tidak, Anda harus secara rutin memeriksakannya ke pelayanan kesehatan terdekat. Misalnya saja, membawa si kecil ke Posyandu atau Puskesmas terdekat setiap bulan.

Apa dampaknya jika anak pendek sejak kecil?

Anak pendek sebenarnya mengalami gangguan pertumbuhan. Jika tidak ditangani dengan baik maka akan memengaruhi pertumbuhannya hingga ia dewasa nanti, tidak cuma dampak fisik saja. Berikut adalah risiko yang dialami oleh anak pendek atau stunting di kemudian hari.
  • Kesulitan belajar
  • Kemampuan kognitifnya lemah
  • Mudah lelah dan tak lincah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya
  • Risiko untuk terserang penyakit infeksi lebih tinggi
  • Risiko mengalami berbagai penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, kanker, dan lain-lain) di usia dewasa
Ketika dewasa nanti, bahkan dilaporkan bahwa anak pendek akan memiliki tingkat produktifitas yang rendah dan sulit bersaing di dalam dunia kerja. Ya, stunting adalah masalah gizi yang berdampak hingga anak berusia lanjut usia apabila tidak ditangani segera.

Apakah stunting masih bisa diatasi dan diperbaiki?

Sayangnya, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan yang tidak bisa dikembalikan seperti semula. Maksudnya, ketika seorang anak sudah stunting atau pendek sejak ia masih balita, maka pertumbuhannya akan terus lambat hingga ia dewasa.
Saat pubertas, ia tidak dapat mencapai pertumbuhan maksimal akibat sudah terkena stunting di waktu kecil. Meskipun, Anda telah memberikannya makanan yang kaya akan gizi, namun tetap saja pertumbuhannya tidak dapat maksimal.
Namun, tetap penting bagi Anda memberikan berbagai makanan yang bergizi tinggi agar mencegah kondisi si kecil semakin buruk dan gangguan pertumbuhan yang ia alami semakin parah. Oleh karena itu, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan cara memberikan nutrisi yang maksimal saat awal-awal kehidupannya, yaitu 1.000 hari pertama kehidupan.
Jika Anda mengetahui bahwa si kecil mengalami kondisi ini, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter anak Anda, agar cepat teratasi.

LOMBA MENULIS ARTIKEL DANA DESA


Untuk meningkatkan pengetahuan tentang dana desa, serta mempertinggi dukungan kepada kemandirian desa dalam memanfaatkan dana desa, maka diselenggarakan Lomba Penulisan Dana Desa.

Maksud dan Tujuan

Maksud diselenggarakannya Lomba Penulisan Dana Desa ialah meningkatkan dukungan terhadap desa dalam memanfaatkan dana desa untuk mencapai kemandirian desa.
Tujuan diselenggarakannya Lomba Penulisan Dana Desa ialah:
  1. Menggali proses pemanfaatan dana desa di lapangan.
  2. Memahami manfaat dan dampak dana desa di lapangan
  3. Memahami partisipasi masyarakat dan kapasitas pemerintah desa dalam memanfaatkan dana desa
  4. Memahami dukungan antarpihak dalam pemanfaatan dana desa

Ketentuan Peserta

Peserta dalam Lomba Penulisan Dana Desa ialah:
  1. Pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
  2. Memiliki kartu tanda penduduk, kartu mahasiswa, atau kartu siswa
  3. Peserta mengirimkan karya paling banyak 3 artikel

Mekanisme Pendaftaran

Pendaftaran peserta sebagai berikut:
  1. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1-15 Pebruari 2018, dengan mengunduh formulir pendaftaran di www.kemendesa.go.id
  2. Pengiriman karya peserta dalam bentuk artikel atau esai deskriptif ke alamat tulisdanadesa@forumbumdes.org
  3. Batas akhir pengumpulan artikel atau esai ialah pada tanggal 31 Maret 2018 pukul 23.00 WIB.
  4. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 09 April 2018 melalui website Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Ketentuan Artikel

Ketentuan artikel sebagai berikut:
  1. Topik artikel meliputi:
    • Transfer dan pencairan dana desa
    • Pendampingan dana desa
    • Penggunaan dana desa untuk pembangunan dan pemberdayaan
    • Manfaat dana desa bagi berbagai pihak
    • Dampak yang timbul dari dana desa
  2. Artikel asli, bukan terjemahan, tidak sedang dikirimkan ke pihak lain, tidak sedang menunggu pemuatan dari pihak lain.
  3. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia yang benar dan baik.
  4. Artikel ditulis pada format kertas A4, dengan marjin kiri-atas-kanan-bawah masing-masing 2,5 cm
  5. Artikel ditulis dengan huruf Times New Roman 12 pt, diketik spasi 1,5
  6. Tebal artikel 4-15 halaman, tidak termasuk riwayat hidup di bagian akhir artikel.
  7. Artikel dikirim dalam bentuk file MS Word
  8. Susunan artikel terdiri atas:
    • Judul
    • Nama penulis
    • Bagian pendahuluan
    • Bagian isi
    • Bagian penutup
    • Daftar pustaka
    • Riwayat hidup penulis yang berisi minimal:
            i.    Nama
            ii.    Alamat
            iii.   Jenis kelamin
            iv.   Nomor NPWP
            v.    Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Mahasiswa, atau Nomor Induk Siswa Nasional
            vi.   Riwayat pendidikan
            vii.  Karya tulis yang pernah dipublikasikan
            viii. Foto penulis

Penjurian

Ketentuan penjurian sebagai berikut:
  1. Dewan juri terdiri atas penulis-penulis yang berkompeten di bidangnya
  2. Penilaian mencakup aspek-aspek
      • Orisinalitas pemikiran
      • Inovasi penulisan
      • Logis dan sistematis
      • Layak dibaca untuk umum
      • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat

Hadiah

Hadiah yang disediakan sebagai berikut:
Tingkat SD :
  1. Juara I, mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 5.000.000
  2. Juara II mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 2.500.000
  3. Juara III mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 1.500.000
  4. Juara Favorit mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 1.000.000
Tingkat SMP :
  1. Juara Juara I, mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 7.500.000
  2. Juara II mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 5.000.000
  3. Juara III mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 2.500.000
  4. Juara Favorit mendapat trophy, piagam dan uang senilai Rp. 1.500.000
Tingkat SMA :
  1. Juara I, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 10.000.000.
  2. Juara II, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 7.500.000.
  3. Juara III, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 5.000.000.
  4. Juara favorit, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 2.500.000.
Tingkat Perguruan Tinggi :
  1. Juara I, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 12.500.000.
  2. Juara II, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 10.000.000.
  3. Juara III, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 7.500.000.
  4. Juara favorit, mendapat trophy, piagam, dan uang senilai Rp 4.000.000.
 CP : 082111360156 ( Rere ) dan 081383601650 ( Novi )
klik disini untuk membaca atau mengunduh Petunjuk Teknis Lomba
 
klik disini untuk mengunduh Formulir Pendaftaran Lomba Menulis Artikel Dana Desa

Pentingnya Pengembangan Desa Ramah Anak


Perkembangan jaman sekarang sering kita jumpai anak-anak lebih banyak bermain di rumah dengan gadgetnya ataupun mengakses internet di pinggir jalan, menonton televisi sepanjang hari, dan asik sendiri bermain dengan game di dalam komputer. Kita tidak tahu konten apa yang mereka serap dari fasilitas tersebut. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga atau orangtua dalam mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang berkualitas. Hal ini menunjukan bahwa peran lingkungan keluarga dan juga masyarakat menjadi suatu hal sangat penting dalam mendukung terwujudnya anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas.

Menghadirkan lingkungan yang baik bagi anak ini tentunya tidak hanya menjadi tanggungjawab keluarga atau orangtua saja namun juga pemerintah mulai dari pusat sampai daerah terutama adalah pemerintah desa. Pemerintah desa sesuai dengan amanat UU No.6 2014 bahwa Desa mempunyai kewenangan untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat desa. Bahkan lebih lanjut ditekankan oleh menteri Desa dan PDTT melalui Permendes no.19 tahun 2017 bahwa dana desa bias digunakan untuk pengelolaan kegiatan pelayanan sosial dasar di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan anak. Sehingga dalam hal ini sangat memungkinkan pemerintah desa untuk mengembangkan lingkungan kehidupan social kemasyarakatan yang baik yang ramah terhadap anak atau yang cukup popular disebut dengan desa ramah/layak anak. Pengembangan desa ramah/layak anak dapat dimasukkan dalam perencanaan pembengunan desa melalui musdes/musrenbangdes dalam setiap tahunnya.

Mengapa pengembangan desa layak/ramah anak ini sangat penting dikembangkan oleh pemerintah desa? Karena dewasa ini kehidupan desa juga sangat dinamis, menghadirkan berbagai permasalahan dan tantangan dan dengan semakin terbukanya teknologi, informasi dan komunikasi yang dapat diakses oleh semua pihak, tidak terkecuali anak. Perkembangan desa yang cukup pesat namun kurang terencana tentu akan menambah resiko anak dalam tumbuh kembangnya. Berbagai permasalahan social sekarang mulai muncul di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa. Kasus-kasus trafiking, pernikahan dini, eksploitasi dan berbagai masalah sosial lainnya, biasanya bermula dari kondisi desa yang kurang kondusif bagi anak. Padahal sebagian besar anak Indonesia tinggal di desa.

Untuk itu, kita berharap dengan kewenangan desa yang saat ini cukup besar mampu dan turut andil dalam pengembangan desa ramah/layak anak dalam upaya menghadirkan lingkungan yang baik dan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Sehingga pemenuhan terhadap hak-hak anak dapat secara optimal terwujud dalam kehidupan masyarakat desa. Pada akhirnya akan terwujud anak-anak kita menjadi generasi yang berkualitas.

Wednesday, April 12, 2017

Melaksanakan Perintah dan mentaati Pemimpin

Ayat-ayat Al Quran tentang Melaksanakan Perintah dan mentaati Pemimpin





يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩)
Qs. 4:59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya)  dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ يَعْصِنِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :  “Barangsiapa yang mentaatiku maka dia telah mentaati Allah, barangsiapa yang membangkang kepadaku maka dia telah membangkang kepada Allah. Dan barang siapa yang mentaati pemimpinku (yakni pemimpin yang Rasul tunjuk) maka dia telah mentaatiku, dan barang siapa yang membangkang kepada pemimpinku maka dia telah membangkang kepadaku.” (HR. Bukhari No. 7137 dan Muslim No.1835)
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (۱٥٨)
Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".   
QS.  Al A’raf : 158


قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ ۱)قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ۲)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.   
QS. Ali Imron : 31

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan sesungguhnya ini adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah jalan ini, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kalian dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kalian bertakwa.     
QS Al An’am : 153

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا۹)

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.     
QS An-Nisâ': 59

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا (٣٦)
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.   
QS Al-Ahzab: 36




وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (۷)
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.   
QS Al-Hasyr: 7


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (٤٣) بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (٤٤)
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,  keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka  dan supaya mereka memikirkan,
QS An-Nahl: 43-44


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا (۲۱)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah.   
QS. Al Ahzab :21


مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا (٨۰)
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka 
QS An-Nisâ': 80

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ (۲۰)
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian berpaling dari pada-Nya, sedang kalian mendengar (perintah-perintah-Nya), QS Al Anfal : 20

Oleh: M. Azzam Mujadid