Selamat Datang di Web Jendela Keluarga Aris Nurkholis - Ratih Kusuma Wardani

Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami

Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Cinta Tanpa Syarat

Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.

Cinta Tidak Harus Dengan Kata

Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.

Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta

Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.

Monday, February 10, 2014

Maafkan Aku...



Maafkan aku,
Mungkin kau terluka,
Kukira hatimu tersayat
Atau bisa jadi sesak merasuk di dadamu,
Dunia mengapa kau tak berputar perlahan?
Hingga tak terasa usia ku dan usia mu bertambah secara pasti
Tawa, suka, duka berjalan selaras dengan putaran jam

Aku tak tahu pasti
Kapan nafas ini kan berhenti
Tapi aku dapat memastikan
Bahwa malaikat izrail sudah menyiapkan diri untuk bertemu denganku

Mengingatkanmu bukan berarti memarahimu
Menegurmu bukan berarti aku membencimu
Karena aku sungguh mencintaimu
Tak ingin kau jatuh dan sakit oleh orang lain
Tak ingin kau menjauh dan jauh dari Rabbmu

Sayangku padamu berbanding lurus dengan sayangku kepada tubuhku
Yang selalu ingin menjadi yang terbaik di mata-Nya
Aku tahu karena jasad ini takkan kekal
Aku sadar bahwa lisan ini tak selamanya bisa mengingatkanmu
Aku tak pernah berjanji akan selalu bersamamu
Karena kematian yang akan memisahkan kita
Tak selamanya ku bisa mendampingimu
Tak selamanya ku bisa menjagamu
Maka dari kemarin, hari ini dan selama detak nadi ku masih ada
Aku ingin bersama denganmu untuk sama – sama menjadi yang terbaik
Di mata Rabb yang Maha baik

Mari bersama-sama Belajar menjadi dewasa,
Bukan karena usia,
Tapi karena dewasa adalah pilihan untuk menjadi bijaksana

Mari bersama-sama Belajar dengan tauladan
Karena ketauladanan lebih besar manfaat dibanding ratusan retorika

Mari bersama-sama Belajar menjadi penebar cinta
Jika berdekatan denganmu orang semakin Mencintai Rabbnya

Maafkan aku jika mungkin aku yang akan meninggalkanmu
Bukan karena beribu kesalahan saja ku meminta maaf
Tetapi karena kekurangan diri hingga ku sering lalai
Tetaplah menjadi bidadari dunia yang selalu dalam kasih sayang-Nya.

Sunday, February 9, 2014

Manfaat Pembelajaran Tematik Terpadu

Jendela Keluarga: Pada pembelajaran di SD/MI dan sederajat, Kurikulum 2013 menyarankan keutamaan penggunaan model pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu (PTP) atau pembelajaran tematik integratif. Mengapa demikian? Tentunya ada banyak manfaat yang dapat diraih oleh pembelajaran yang mengimplementasikan model pembelajaran ini. Berikut beberapa di antaranya:

  • Melalui penerapan model pembelajaran tematik terpadu (PTP) maka akan tercipta suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan.

Suasana kelas memungkinkan semua orang yang ada di dalamnya (utamanya siswa dan guru) akan mempunyai perasaan bersedia menanggung resiko bersama-sama. Contohnya saja, semua orang yang ada di dalam kelas akan berusaha menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang bahkan berupa pertanyaan yang tidak semestinya atau tidak benar tanpa harus menyinggung perasaan sang penanya. Prosedur-prosedur kerja keseharian, memastikan bahwa semua jadwal dapat diprediksi, dan terdapat jaminan bahwa siswa akan merasa aman saat berada di kelas maupun  di luar kelas.  Keterampilan hidup yang dipelajari dapat dikenali, didiskusikan dan dipraktikkan oleh siswa dengan interaksi yang tepat dan dengan perasaan senang di dalam komunitasnya di ruang kelas.
  • Penerapan Pembelajaran Tematik Teerpadu (PTP) mendorong siswa untuk belajar memecahkan masalah sosial dan saling menghargai

Di dalam kehidupan mereka nanti pada saat bermasyarakat di usia dewasanya, siswa-siswa kelas rendah sangat perlu untuk menguasai berbagai keterampilan sosial. Mereka harus mampu dan mempuanyai keterampilan bekerjasama di dalam kelompoknya, melakukan kolaborasi dengan berbagai rekan kerja atau siapa saja, belajar berada di dalam kelompok, dan kemampuan memecahkan konflik di antara anggota kelompok yang selanjutnya akan mendodong mereka untuk dapat memecahkan masalah sosial di sekitarnya dengan tetap saling menghargai.
  • Lingkungan belajar yang ramah pada pendekatan pembelajaran terpadu tematik memberikan peluang sebesar-besarnya bagi siswa untuk belajar dengan lebih baik

Di dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran tematik terpadu, guru harus dapat menggunakan seoptimal mungkin semua lingkungan belajar yang ada di sekitar. Optimalisasi lingkungan belajar akan menciptakan kelas menjadi tempat yang ramah otak untuk pembelajaran. Dengan cara ini, maka guru telah memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi semua siswa untuk mengeksplorasi materi ajar secara luas dan mendalam, kemudian melibatkan mereka secara langsung dalam aktivitas belajar-mengajar.
  • Kecepatan proses pengolahan informasioleh siswa melalui pembelajaran tematik terpadu

Siswa, melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu akan membuat mereka secara cepat dan tepat waktu mampu memproses informasi yang disediakan. Proses pengolahan informasi oleh siswa ini tentu tidak hanya dalam hal kuantitas, tetapi yang penting juga adalah kualitasnya. Melalui pendekatan tematik terpadu dapat membantu siswa dalam mengeksplorasi konsep-konsep baru dan membantu mereka agar siap mengembangkan pengetahuannya.
  • Aplikasi materi pembelajaran langsung dalam konteks kehidupan sehari-hari (real life situation)

Beberapa waktu yang lalu santer dibicarakan tentang pembelajaran di kelas yang harus berangkat dari masalah nyata dari kehidupan sehari-hari siswa (real life situation) atau kontekstual. Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran yang sangat bersesuaian dengan prinsip kontekstualitas pembelajaran di kelas ini. Pada model pembelajaran tematik terpadu, materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru seharusnya akan dapat diaplikasikan langsung oleh siswa dalam konteks kehidupannya sehari-hari.
  • Model pembelajaran tematik terpadu menganut prinsip mastery learning (belajar tuntas)

Di kelas siapapun guru pasti maklum betul bahwa kecepatan belajar siswa sangatlah variatif dan beragam. Hal ini harus diakomodasi oleh guru sehingga semua siswanya memperoleh kesempatan untuk menguasai materi ajar. Dalam model pembelajaran tematik terpadu, siswa-siswa yang relatif mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan program belajar dimungkinkan untuk mengejar ketertinggalanya dengan dibantu oleh guru melalui pemberian bimbingan khusus dan penerapan prinsip belajar tuntas. Selanjutnya, dengan program pembelajaran yang bersifat ramah otak memungkinkan guru untuk mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian.

Saturday, February 8, 2014

Karena Dakwah Adalah Cinta



Jendela Keluarga: Teman-teman yang dirahmati Allah mari kita sedikit merenung, bagaimana berat perjuangan Rasulullah dan para sahabat dahulu ketika meletakkan batu pondasi dakwah ini. Tak sekedar caci dan fitnah, segala macam siksaan pun mereka dapatkan. Ada yang ditindas batu, dicambuk di bawah jemuran matahari gurun, di boikot hingga kelaparan, dan tak sedikit yang harus gugur demi berlaku tsabat, teguh berdiri diatas jalan dakwah.

Rasulullah sendiri ketika shalat pernah dilempar kotoran unta, diludahi, diancam, dicaci, dipukul, belum lagi dikata-katai penyair, gila, tukang sihir, dan beragam tudingan miring yang dikarang sesuka-sukanya oleh orang kafir Quraisy.

Inilah Rasulullah, sang penggerak awal Dakwah yang disiksa sebegitu kejamnya. Bayangkan, bila terhadap kekasih-Nya saja Allah memberikan ujian seperti itu dalam berdakwah, maka ujian seperti apakah yang seharusnya kita terima yang bukan apa-apa ini..??

Tapi pertanyaannya, apakah kita sudah menerima ujian seberat yang Rasulullah dan para sahabat terima saat berdakwah..?? Tidak..!! Sangat jauh sekali penderitaan yang beliau hadapi dengan yang kita hadapi dalam proses berdakwah mengubah manusia menjadi hamba-hamba Allah seutuhnya. Namun ada sebuah fenomena aneh yang melanda, kita yang ujiannya tak seberapa ini sepertinya lebih sering mengeluh ketimbang mereka..

Bila seorang sahabat suatu kali saat sedang disiksa keceplosan meminta kepada Rasulullah agar berdoa meminta pertolongan Allah segera turun, langsung Rasulullah tegur..! Beliau ingatkan kalau nabi dan umat sebelum mereka itu lebih berat ujiannya, bahkan ada yang dagingnya disisir dengan sisir besi.Tapi itulah perjuangan mereka yang telah berbuah manis, dimana tongkat estafeta dakwah itu sekarang bisa sampai ke tangan kita setelah melalui berbagai kurun generasi lampau..

Yang perlu kita tekankan disini, bahwa Rasulullah dan para sahabat juga manusia biasa dan memiliki perasaan marah, kecewa, sedih, dan lain sebagainya sama seperti kita. Bahkan di puncak trubulasi dakwah ketika ujian begitu deras menghantam beliau secara bertubi-tubi, Rasulullah bersama para sahabat tetap teguh melaksanakan amanah langit yang ada di pundak mereka: Dakwah..

Bisa dibayangkan, saat orang-orang yang berkontribusi besar melindungi beliau kemudian Allah panggil satu-persatu. Mulai dari paman hingga istri tercinta yang telah begitu banyak memberikan segala yang dimilikinya untuk melindungi dakwah Islam. Kehilangan orang yang dicintai sudah amat berat rasanya, belum ditambah dengan munculnya ancaman dan rongrongan dari kaum musyrik Quraisy.

Rasulullah akhirnya mencoba peruntungan dengan berdakwah diluar kota Madinah, kota Thaif yang merupakan salah satu kota metropolitan bangsa Arab kala itu. Beliau ditemani pembantu yang setia, Zaid bin Haritsah radiyallahu ‘anhu berdakwah menyeru para pembesar Thaif kepada kebaikan dunia-akhirat.

Namun bukansambutan hangat dan kalungan bunga yang beliau terimamelainkan lemparan batu-batu cadas serta hina nestapa, padahal seharusnya ajakan mulia seperti itu mendapat jawaban yang penuh cinta.Lihatlah bagaimana manusia pilihan Allah yang paling mulia diatas muka bumi dilempari batu dan dihina bukan hanya oleh para pembesar, bahkan hingga anak-anak dan orang-orang ‘tak waras’ pun ikut-ikutan..

Demi Allah, manusia beriman mana yang tak teriris hatinya menyaksikan bagaimana sang Rasul mulia menghadapi berat perlawanan masyarakatnya sendiri. Kaki beliau sampai berdarah-darah terseret di tengah-tengah tanah sahara yang panas membara..

Sang anak angkat sekaligus pembantu setia, Zaid bin Haritsah pun menitikkan air mata. Tak habis pikir bagaimana mungkin masyarakat begitu dahsyat menolak ajakan ke syurga dan tega menyakiti nabinya sendiri.. Tapi itulah faktanya jika mata telah dibutakan oleh kepentingan dan syahwat keberhalaan..

Rasul merebahkan diri di sudut kota Thaif, wilayah tersembunyi di perkebunan Bani Rabi’ah untuk sejenak menghela perih. Linangan air mata membasahi wajah beliau, betul-betul sebuah ujian yang sangat berat. Dimulai dari meninggalnya orang-orang tercinta,akibatnya beliau semakin keras dimusuhi, disiksa, serta terusir dari negerinya, bahkan di negeri orang pun tak diterima.

Namun tak pernah sedetikpun Rasul mulia ini mengaduh dan menyesal atas dakwahnya karena hatinya selalu dihiasi baik sangka kepada Rabb-nya ‘Azza wa Jalla. Inilah skenario Allah untuk mendidik manusia paling mulia.. Namun kondisi maha sakit itu betul-betul membuat hati manusia paling tangguh ini bergemuruh, beliau pun berdoa mengetuk pintu langit..

اللهم إليك أشكو ضعف قوتي, و قلة حيلتي, و هواني على الناس..
يا أرحم الراحمين, أنت رب المستضعفين, و أنت ربي..
إلى من تكلني, إلى بعيد يتجهمني, أم إلى عدو ملكته إمري..
إن لم يكن بك علي غضب فلا أبالي, و لكن عافيتك هي اوسع لي..
أعوذ بنور وجهك الذي اشرقت له الظلمات, و صلح عليه أمر الدنيا و الآخرة..
من أن تنزل بي غضبك, أو تحل علي سخطك..
لك العتبى حتى ترضى, و لا حولى و لا قوة إلا بك..

Ya Allah, hanya kepada-Mu lah aku mengadukan kelemahan diriku, kurangnya dayaku, dan kehinaanku dihadapan manusia..
Wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang tertindas, Engkaulah Tuhanku..
Kepada siapakah Kau serahkan diriku.. Kepada orang jauh yang akan mendzalimiku, ataukah kepada musuh hingga Kau kuasakan mereka atas urusanku..
Andai ini bukan karena Engkau murka kepadaku maka aku tak akan peduli, akan tetapi keselamatan dari-Mu akan lebih melapangkan hatiku..
Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang telah menerangi segala kegelapan, serta menjadi baik dengannyasegala urusan dunia dan akhirat..
(aku berlindung) dari turunnya kemarahan-Mu kepadaku, atau berlakunya kemurkaan-Mu keatasku..
Hak-Mu lah segala cela -atasku- hingga Engaku ridha, sungguh tidak ada daya dan tidak ada upaya kecuali dengan-Mu..

Doa manusia paling mulia ini Allah dengar (dan Dia Maha Mendengar), lalu diutuslah malaikat penjaga gunung menawarkan kepada Rasulullah, bagaimanakalau penduduk Thaif ditimpakan saja dengan bukit-bukit kota Mekkah. Agar sekalian mereka musnah sebagaimana musnahnya kaum-kaum kafir dari umat terdahulu.. Kaum ‘Aad, Tsamud, Aikah, yang telah diadzab Allah karena mendustakan serta berbuat kurang ajar terhadap para Rasul..

Bila kita ada di posisi ini, sangat manusiawi apabila kita menjawab, “Iya”.. Sekali lagi, sangat manusiawi bila kita mengiyakan tawaran malaikat penjaga gunung itu.. Toh, para nabi sebelum Rasulullah juga banyak yang memanjatkan doa kepada Allah agar kaumnya dimusnahkan saja dari muka bumi.. Ini bukanlah usaha balas dendam, tapi sebuah logika sederhana: Musnahkan mereka agar tidak menyebarkan fitnahdan kekafiran di muka bumi ini..

Namun apa jawaban baginda Rasul kita Shallallahu ‘alaihi wasallam..?? Ini sebuah jawaban yang terlihat sederhana namun menghujam jauh ke dasar hati, sebuah jawaban yang akan membuat air mata menitik bila dibandingkan dengan segala kejahatan yang telah beliau terima.. Sebuah jawaban yang membuat diri terenyuh dan sulit melontarkan dengan kata-kata..

“Biarkanlah mereka, semoga nanti akan muncul dari keturunan mereka orang-orang yang akan Menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya.”

Allahu Akbar, inilah keistimewaan Nabi kita: Harapan.. Disaat Nabi-Nabi lain berada dalam kondisi yang sama namun lebih memilih untuk mendoakan kebinasaan kaumnya, maka Rasulullah lebih memilih untuk berharap dan berdoa kepada Allah agar menyelamatkan mereka dari pekat kekafiran..

Dan sahabat, karena berkah doa beliau yang terdzalimi itulah kota Thaif menjadi salah satu kota yang teguh memeluk Islam pasca wafatnya Rasulullah. Padahal saat itu kota-kota lain banyak yang memilih untuk murtad dan melawan Khalifah baru saat itu, Abu Bakar Ash-Shiddiq..

Inilah Cinta..!! tak sekedar cinta syahwat semata yang hanya fatamorgana, tidak juga cinta orang tua kepada anaknya, yang pada hari kiamat tak akan tersisa lagi sesuatupun yang bisa disebut darinya.. Namun ini adalah cinta seorang Nabi terhadap umatnya yang kan terus kekal hingga hari akhir zaman.. Hingga raga berpisah dari nyawa beliau masih sempat berucap, “Umatku.. Umatku.. Umatku..”

Cinta macam apakah ini yang telah menguatkan manusia biasa seperti beliau, tak seperti cinta manusia sekarang yang lebih sering membuat galau.. Inilah cinta, karena cinta itu menguatkan bukannya melemahkan..!!

Dan kita harus selalu ingat selalu, bagaimana Allah letakkan ujian berat ini pada akhir periode stagnansi dakwah di Mekkah, dimana setelah ujian berat ini Allah datangkan pertolongan secara bertubi-tubi sebagaimana datangnya ujian sebelum itu..

Dimulai dengan datangnya Addas, seorang nashrani yang menemui beliau di sudut kota Thaif membawakan buah-buah anggur kepada Rasulullah untuk meringankan kesusahannya pasca dilempari batu oleh anak-anak kota Thaif. Addas menyadari bahwa yang dihadapinya adalah seorang Nabi, maka beliau mencium keningnya yang penuh berkah.. Inilah sebuah penghargaan pertama yang beliau terima setelahnya..

Tak berhenti sampai disitu, ketika Rasulullah sedang singgah di suatu lembah beliau didatangi oleh rombongan jin yang mencuri dengar bacaan ayat-ayat Qur’an. Jin-jin tersebut akhirnyamasuk islam, tak berhenti sampai disitu bahkan mereka langsung menjadi Da’i yang ikut menyeru kepada Islam seketika itu juga.

{Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.}
(QS. Al-Ahqaf: 29)

Disusul kemudian dengan adanya perlindungan dari Muth’im bin ‘Ady, seorang yang saat itu masih Muyrik kepada Rasulullah untuk dapat kembali memasuki kota Mekkah dengan aman. Akhirnya Rasulullah bisa kembali berdakwah di kota Mekkah.. Tak berhenti sampai disana, Allah masih memberikan sebuah kejutan spesial untuk beliau dengan meng-Isra’ dan me-mi’rajkan beliau, dari kota Mekkah ke Baitul Maqdis, Al-Aqsha di Palestina, lalu kemudian naik ke sidratul muntaha.

Dalam bahasa kita, Isra’ dan Mi’raj ini merupakan sebuah piknik spiritual yang begitu besar nilainya bagi Rasulullah. Melihat berlapis-lapis langit, menemui nabi-nabi terdahulu, dan pada puncaknya beliau diangkat ke Baitul Ma’mur untuk langsung menerima perintah shalat lima waktu dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Dan pada akhirnya ‘hadiah’ pasca ujian berat di kota Thaif itu ditutup dengan munculnya orang-orang kota Yatsrib yang saat itu berhaji ke kota Mekkah.. Jalan dakwah pun mulai terbuka lebar, puluhan orang Yatsrib memeluk Islam, yang kemudian disusul dengan pengutusan seorang Duta untuk mendakwahkkan Islam disana, Mush’ab bin Umair..

Tak hanya mampu memikat orang-orangnya, bahkan kota Yatsrib sendiri pun akhirnya luluh dalam harmoni dakwah seorang Mush’ab bin Umair.. Inilah dia seorang Da’i muslim yang mampu menakhlukan satu kota dengan satu kata: Cinta..

Inilah awal kebangkitan, perubahan alur sejarah yang saat itu masih dikuasai oleh tangan-tangan kekafiran hingga berangsur dipegang oleh kaum muslimin..

Inilah dakwah..

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dari (kejahatan) orang-orang kafir".
 
Oleh: Darmadi Didik
Asal: Balikpapan
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Angkatan 5
 


Friday, February 7, 2014

Model Pembelajaran Tematik Terpadu

Jendela Keluarga: Kurikulum 2013 telah mulai diimplementasikan di beberapa sekolah sasaran atau sekolah-sekolah yang menyatakan kesiapan untuk melaksanakannya atas komitmen sendiri. Di jenjang Sekolah Dasar (SD/MI), proses pembelajaran menggunakan pendekatan tematik. 

Apakah Model Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) itu?

Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan mula-mula di awal tahun 1970-an.  Akhir-akhir ini Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) dianggap sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model). Keefektifan model pembelajaran tematik terpadu dapat dilihat dari kemampuannya dalam mewadahi serta menyentuh secara terpadu ranah-ranah emosi (emotional), fisik (physical), dan akademik (academic) di dalam kelas atau di lingkungan sekolah. 

Secara empirik, Model PTP ini juga telah dibuktikan mampu dan sukses untuk memicu akselerasi dan menaikkan kapasitas daya ingat (memori) peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Pembelajaran Tematik Terpadu (PTP) dan Pembelajaran Tematik Terintegrasi

Model pembelajaran tematik terpadu yang sangat disarankan penggunaannya di sekolah dasar atau sederajat ini juga dikenal dengan nama pembelajaran tematik terintegrasi (integrated thematic instruction, ITI). Pada mulanya model pembelajaran tematik terintegrasi dikonseptualisasikan pada tahun 1970-an.  Pendekatan pembelajaran tematik integratif ini sebelumnya telah dikembangkan khusus untuk anak-anak berbakat dan bertalenta (gifted and talented), anak-anak yang cerdas, program perluasan belajar, dan peserta didik yang belajar cepat.

Premis utama PTP (Model Pembelajaran Tematik Terpadu) adalah bahwa siswa membutuhkan kesempatan-kesempatan tambahan (additional opportunities) agar dapat memanfaatkan bakat dan talentanya, menyediakan waktu bersama yang lain untuk secara cepat mengkonseptualisasi dan mensintesis.  Di lain pihak, model PTP cocok untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan kualitatif terkait lingkungan belajar yang ada di sekitar siswa.  Model PTP bila diimplementasikan pada siswa sekolah dasar (SD/MI) maka diharapkan akan dapat memberikan inspirasi kepada peserta didik dalam memperoleh pengalaman belajar.

Secara kualitatif terdapat perbedaan antara model pembelajaran tematik terpadu bila dibandingkan dengan model pembelajaran lainnya, yaitu dalam hal sifatnya yang akan memandu siswa agar dapat mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills), sebuah proses inovatif bagi pengembangnan dimensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Elemen-elemen Terkait dalam PTP (Model Pembelajaran Tematik Terpadu)

Implemementasi model pembelajaran ini (PTP) akan menuntut kemampuan guru untuk dapat mentransformasikan materi pembelajaran di kelas. Setiap guru yang menerapkan model pembelajaran ini harus terlebih dahulu memahami materi apa yang diajarkan dan bagaimana mengaplikasikannya dalam lingkungan belajar di kelas saat bersama siswa. Dengan demikian diharapkan Model PTP ini akan bersifat ramah otak (mudah memberikan pemahaman kepada siswa), di mana untuk itu guru harus mampu mengidentifikasi elemen-elemen lingkungan yang mungkin relevan dan dapat dioptimasi ketika berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran.

10 Elemen yang Harus Dilakukan Guru dalam Implementasi Model Pembelajaran Tematik Terpadu pada Kurikulum 2013

Ada sepuluh elemen yang terkait dengan hal ini dan perlu ditingkatkan oleh guru agar pembelajaran yang dilakukannya di kelas dapat sukses dan maksimal memanfaatkan potensi-potensi yang ada, yaitu:
  1. Guru harus mereduksi tingkat kealpaan atau bernilai tambah berpikir reflektif.
  2. Guru semestinya memperkaya sensori pengalaman di bidang sikap, keterampilan, dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas di kelasnya.
  3. Penyajian isi atau substansi pembelajaran oleh guru haruslah dalam bentuk yang bermakna bagi siswa.
  4. Lingkungan pembelajaran dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkaya pembelajaran yang dilaksanakan.
  5. Guru senantiasa bergerak untuk memacu terjadi proses pembelajaran yang efektif (Movement to Enhance Learning).
  6. Guru harus membuka pilihan-pilihan pembelajaran yang mungkin bagi seluruh siswa di kelasnya.
  7. Karena sumberdaya waktu adalah hal yang sangat terbatas di dalam kelas, maka optimasi waktu secara tepat sangat diperlukan.
  8. Guru harus melakukan kolaborasi dengan semua pihak yang mungkin untuk menjadikan pembelajaran yang lebih efektif.
  9. Adalah hal yang harus dilakukan guru pada saat pembelajaran berlangsung, di mana setiap hal diberikan umpan balik yang segera.
  10. Ketuntasan atau aplikasi menjadi aspek penting dalam pembelajaran tematik terpadu.

Thursday, February 6, 2014

Sabar Adalah Tuntutan Setiap Mihwar Dakwah

Jendela Keluarga: Pada suatu waktu, ustadz Anis Matta memberikan taujih kepada para aktivis dan qiyadah dakwah yang berkumpul di Jakarta Convention Center (JCC). Di antara isi taujih beliau adalah tentang pentingnya kita menguatkan kesabaran dalam menapaki jalan perjuangan. Menurut beliau, sabar adalah karakter dan akhlaq yang paling banyak disebut di dalam Al Qur'an, sampai para ulama menyebut sabar sebagai induknya semua akhlaq terpuji.




Tiada hentinya kita harus mengingatkan diri tentang kesabaran. Bukan hanya karena di jalan dakwah akan banyak tantangan dan hambatan dari luar. Makar, konspirasi, pembusukan karakter, pengadilan yang tidak adil, persepsi publik yang negatif, penyelewengan opini lewat berbagai media, dan lain sebagainya. Namun kesabaran ini diperlukan di setiap mihwar, karena secara internal pun dakwah ini hanya bisa dijalankan oleh mereka yang sabar.

Sabar, sabar, sabar… Beginilah jalan dakwah telah kita lalui. Berkomunitas bersama orang-orang salih bukannya tanpa masalah, maka Allah memerintahkan agar kita selalu bersabar bersama mereka :

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (Al Kahfi : 28).

Bisa jadi ada salah paham di antara para aktivis. Bisa jadi ada ketidaknyamanan perasaan di antara para pelaku dakwah. Bisa jadi ada gesekan-gesekan antar aktivis dakwah dalam kancah politik praktis. Bisa jadi ada data yang kurang valid, namun digunakan untuk pengambilan keputusan. Bisa jadi ada stigma yang menganga, dan tidak pernah ada pengadilan yang memberikan klarifikasi. Bisa jadi ada persepsi yang keliru terhadap seorang aktivis namun diyakini untuk memberikan penilaian kepadanya. Bisa jadi ada ketidaktepatan dalam menerapkan teori-teori fiqih dakwah yang telah dipelajari selama ini.

Capek, lelah mendera jiwa dan raga. Namun ini adalah pilihan, yang tidak ada sedikitpun paksaan kita bersamanya. Bisa jadi di sepanjang perjalanan dakwah ini ada ketidakpahaman, ada ketidakmengertian, dan kita tidak pernah menemukan jawaban. Bisa jadi Khalid bin Walid tidak pernah mengerti mengapa dirinya diganti dari posisi panglima perang yang demikian dihormati. Namun toh kehormatan dirinya tidak runtuh karena posisi itu tidak lagi dia miliki.

Kehormatan diri kita adanya pada konsistensi. Konsisten menapaki kebenaran. Konsisten menapaki jalan kebaikan. Komitmen pada peraturan. Teguh memegang keputusan. Mendengar dan taat, itulah karakter kader teladan. Bukankah ini ujian, karena yang kita dengar dan kita taati bisa jadi berbeda dengan suara hati nurani. "Qum Ya Hudzaifah !" Menggelegar suara perintah. Dan Hudzaifah segera bangkit berdiri. Taat tanpa kompromi kepada Sang Nabi.

Kehormatan diri bukan terletak pada posisi kita sebagai apa. Tidak menjadi apa-apa, tetap bisa dihormati. Kita terhormat karena karakter yang kuat, kita terhormat karena karya yang tiada pernah berhenti, kita terhormat karena kerja yang terus menerus, kita terhormat karena keteladanan, kita terhormat karena konsisten, kita terhormat karena kesabaran dan kesetiaan di jalanNya.

Sabar, itulah kunci keberhasilan dakwah di setiap mihwar.

Survei: Media Sosial Perpendek Hubungan Asmara


Kehidupan romantis pasangan umumnya mendapat cobaan pada tujuh tahun usia hubungan. Namun, bagi pasangan modern, bukan tak mungkin cobaan datang lebih cepat.

Sebuah survei menemukan, pasangan masa kini cenderung mengakhiri hubungan hanya dalam dua tahun sembilan bulan. Apa sebabnya? 

"Mayoritas mereka yang disurvei mengatakan media sosial mengurangi intensitas mereka bersama pasangan," kata peneliti seperti dilansir Daily Mail.

Penelitian melibatkan 1.953 orang dewasa Inggris yang mengakhiri pernikahan atau hubungan serius dalam dua tahun terakhir. Sebagian besar peserta dan mantan pasangan aktif di jejaring sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram sebelum berpisah.

Sebanyak 36 persen peserta mengakui bahwa mereka bertemu kembali dengan mantan secara online, baik melalui media sosial ataupun situs kencan. Lebih dari setengah responden merasa bahwa media sosial berperan memudarkan rasa cinta.

Sebanyak 34 persen peserta mengatakan: pasangannya bertemu atau menggoda orang lain di jejaring sosial. 23 persen merasa cepat akrab. Sementara 17 persen mengatakan pasangan lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya daripada bersama mereka. 

Di sisi lain, media sosial membuat 12 persen responden iri melihat kebahagiaan pasangan lain dibanding dengan hubungan sendiri.

George Charles, juru bicara VoucherCodesPro.co.uk yang melakukan survei mengatakan, "Tujuh tahun digambarkan sebagai periode bagi pasangan untuk berjuang agar tetap romantis. Namun temuan kami memperlihatkan pasangan modern berumur lebih pendek," katanya. 

Ia mengatakan, kondisi ini hasil kehidupan sosial yang sibuk dan dominasi teknologi.

sumber: viva.co.id

Wednesday, February 5, 2014

[Video] Merinding nontonnya




Jendela Keluarga: Video ini memperlihatkan sekelompok anak manusia yang selalu ada dalam setiap kondisi, selalu memberikan pelayanan kepada siapa saja yang membutuhkan. Mulai dari pimpinan sampai seluruh jajaran akar rumput semuanya bergerak memberikan bantuan dan pelayanan.