Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami
Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.
Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.
Cinta Tanpa Syarat
Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.
Cinta Tidak Harus Dengan Kata
Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.
Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta
Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.
Friday, February 14, 2014
Tidak Pernah Terlambat Untuk Menikah
Update Status Cinta Anda Sekarang Juga !
Jendela Keluarga: Rutinitas
harian senantiasa menggerus romantis antar suami istri. Yang dahulu
bergelojak hebat penuh dendang cinta, saat ini menjadi biasa saja. Jika
dahulu dunia serasa milik berdua, maka bukan tidak mungkin saat ini
rumah berasa ‘neraka’. Salah satu buktinya bisa kita lihat di pagi
hari, saat kesibukan mempersiapkan anak-anak sekolah. Tampaknya semua
sepakat untuk menciptakan suasana menegangkan di awal pagi. Semua
menginginkan untuk keluar rumah dengan kondisi yang terbaik. Detak
jantung seolah berlomba dengan jarum jam untuk segera menuju angka
tujuh. Maka keberkahan pagi hari sering tak membuahkan mesra sama
sekali. Di ujung hari suasana tak jauh berbeda. Sepulang kerja segunung lelah selalu melanda. Sang suami yang menuntut sambutan yang layak bak pangeran pulang dari peperangan menaklukan negeri musuh, ternyata tak mendapatkan impiannya. Sang istri merasa lelah bukan kepalang sehabis menjaga anak-anak seharian yang selalu menciptakan kehebohan-kehebohan baru yang dilakukan. Karenanya, tak ada pelukan mesra dari istri yang harum mewangi. Sungguh kesan yang buruk untuk menutup hari. Liburan akhir pekan seringkali menjanjikan untuk dipenuhi agenda romantis bersama pasangan. Namun nyatanya banyak terlupakan dengan serangkaian agenda lemburan atau aktifitas suami ‘hangout’ bersama teman-teman kantor membuang kepenatan dunia kerja.
Gambaran di atas bukan kisah fiksi, namun nyata terjadi dalam keseharian kita. Sungguh sebuah rutinis yang membunuh cinta. Ya sadar atau tidak, kekacauan teknis setiap hari akan menggerus romantis antara suami istri. Kelelahan yang di dapat setiap hari akan membuat agenda romantis suami istri menjadi kalah terengah-engah. Pada kondisi seperti inilah perlu kesadaran akan pentingnya ‘mengupdate’ status cinta Anda dan pasangan. Ini bukan tips hebat atau gila-gilaan yang membutuhkan biaya besar, namun kali ini ‘sekedar’ berbagi mesra lewat ungkapan cinta. Jika ungkapan ini mudah terucap dari lisan kita, niscaya kemesraan itu akan semakin nyata, bahkan bertambah sedemikian rupa, berbunga-bunga.
Mengapa perlu mengupdate status cinta ? Mengapa harus ada ungkapan cinta yang setiap saat harus kita menghiasi hari-hari kita ? Mari kita awali dengan sebuah keyakinan ; sungguh setiap wanita membutuhkan pengakuan lebih tegas dan lugas tentang cinta suaminya. Tidak cukup dengan perhatian yang diberikan atau timbunan hadiah di dalam kamar, namun itu semua belumlah cukup selama belum mendengar satu dua kata yang memproklamasikan cinta sang suami.
Syariat Islam yang indah melihat pernyataan cinta adalah sebuah anjuran secara umum kepada saudara seiman, apalagi dengan para istri, tentu mempunyai tingkat pahala yang lebih jauh lagi. Dari Miqdad bin Ma'ad ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengajarkan : Apabila seorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahu kepadanya bahwa ia mencintainya (HR Tirmidzi dan Ahmad dengan isnad shahih.) Memberitahukan kecintaan kepada seorang sahabat adalah anjuran Islam untuk mengekalkan ukhuwah. Lalu apa yang membuat ragu para suami untuk memproklamirkan cinta, mengupdate status cintanya kepada istri ?
Mari sejenak mengampil inspirasi dari rumah tangga nabi yang mulia, bagaimana pernyataan cinta begitu dibutuhkan. Adalah Muhammad Qutb dalam bukunya Aisyah, Guru Teladan Kaum Pria, menceritakan bahwa Aisyah ra, bila bertanya pada Rasul, selalu dengan nada canda. Suatu ketika Aisyah ra bertanya, : “ Bagaimana cintamu padaku ? “. “Bagai untaian tali ! “, jawab sang Rasul. “ Bagaimana untaian itu ya Rasul ? “ Rasulullah menjawab : “ Ia dalam keadaan semula “. Dalam keadaan semula, itu berarti tidak pernah berkurang karena ditelan zaman dan ketuaan. Begitulah update status cinta Rasulullah SAW yang segera membuat ibunda Aisyah tersipu malu.
Kita lihat begitu lugasnya ibunda Aisyah dalam menuntut pernyataan cinta Rasulullah SAW, suami dan manusia termulia. Ibunda Aisyah membutuhkan kejelasan dan jaminan ketenangan dengan ucapan cinta yang keluar dari lisan suami pujaan hatinya itu. Bukan meragukan atau tak percaya, namun lebih untuk menenangkan hati dan menjaga mesra. Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan, memberikan penyataan dan ungkapan cinta yang sugguh penuh ketulusan.
Maka bagi para suami hendaknya tak ragu dan tak segan untuk mengungkapkan kecintaannya dengan lugas, karena pengakuan tulus itulah yang membuat para istri lebih tenang menapaki kehidupannya. Keyakinan keberadaan sosok suami yang siap mencintai sepenuh hati, bagi para istri adalah modal besar untuk mengarungi bahtera kehidupannya lebih jauh lagi. Maka sampaikanlah pernyataan cinta Anda dengan bahasa sederhana yang paling Anda suka, entah bergaya barat “ i love you”, atau “ you my tenderlove”, atau yang bergaya kraton “ aku trisno marang sliromu “, atau boleh juga bergaya anak negeri tahun 80-an : “aku cinta kamu” dan sebagainya. Susunlah kata dan ungkapan terbaik yang Anda bisa, nyalakan dengan ketulusan yang Anda punya, lalu biarkan deretan kata-kata indah itu meluncur begitu saja merasuki hatinya. Mungkin lidah akan serasa kelu di awal mencoba, teruskan saja toh tidak ada sutradara yang akan berteriak “ cut “ memotong mesra Anda.
Segera update status cinta Anda. Lakukan hari ini atau Anda membuang kesempatan pahala di awal pagi. Berikan kejutan untuk istri Anda, pada saat-saat yang menegangkan di pagi hari misalnya, atau waktu-waktu yang tak terduga. Bisa dengan bisikan lembut disebelah telinga, atau untaian kata-kata sambil mata saling berpandangan, atau sekedar sederet kata via sms harian yang dirindukan. Yakinlah, sepanjang apa yang anda sampaikan benar-benar berawal dari ketulusan hati, maka efek yang dihasilkan sungguh akan luar biasa. Hati pasangan Anda akan tergetar dan membumbung tinggi ke atas awan. Satu point untuk anda hari ini.
*artikel dimuat dalam rubrik inspiring romance pada Majalah Embun Lazis Jateng
Thursday, February 13, 2014
Hal yang Perlu dihindari di Usia Muda
“Age is just number, Young is forever and Mature is character” –
BEM FIS Universitas Negeri Padang Gelar Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional
Sumber: http://www.dakwatuna.com/
Wednesday, February 12, 2014
Mengapa Finlandia Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Di Dunia
Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.
Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.
Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.
Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.
Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.
Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.
Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.
Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.
Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.
Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.
Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?
Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.
Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.
Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.
Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!
Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.
Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.
Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.
Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.
Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.
Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.
Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.
Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.
Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.
Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.
Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.
Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.
Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.
Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.
Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?
Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.
Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.
Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.
Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.
Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.
Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.
Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.
Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.
Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.
Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.
Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.
Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :
1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)
2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.
3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)
5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.
6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan per siswa mengungguli Amerika Serikat.
7. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.
8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa
9. Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata
10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.
11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5 peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.
13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.
14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”
15. Finlandia memiliki jumlah guru sebanyak di New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.
Tuesday, February 11, 2014
Istriku Sayang, Maafkan Aku...
Jendela Keluarga: Suatu hari seorang suami pulang kerja, dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.
Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh.. Ternyata .. kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan. Dan … pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.
Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah... MasyaAllah … kacau … berantakan … ada lampu yang pecah. Ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.
Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.
Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.
Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi. Semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol..
dan....
Begitu ia melompat ke kamar tidur...
Ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!
?????#$%!###
Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum.
Dengan penuh keheranan sang suami bertanya: “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”
Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata:
“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidakpuasan: 'Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku' bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”
"Betul," jawab sang suami.
“Baik,” kata sang istri, "hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan”.
***
Subhanallah dari cuplikan kisah di atas ada banyak pesan yang bisa kita petik terlepas dari apakah kisah tersebut nyata adanya atau tidak. Beberapa pesan yang ingin disampaikan adalah:
1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.
2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.
3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.
4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.
Dalam konteks cuplikan kisah tersebut digambarkan betapa suami banyak menuntut kepada seorang istri untuk dapat melakukan banyak hal dengan baik dan sempurna, bahkan apapun yang dilakukan sang istri dilihat tidak ada artinya di hadapan sang suami. Bahkan yang selalu terucap dari sang suami kepada istrinya: "Apa yang terjadi hari ini wahai istriku..?". Walaupun sejatinya begitu besar hal yang dilakukan oleh sang istri dan mungkin jauh lebih besar dan berat jika dibandingkan oleh yang dilakukan oleh sang suami. Dan sang suami baru tersadar bahwasanya apa yang telah dilakukan sang istri begitu besar dalam kehidupan rumah tangganya ketika suatu waktu sang istri berdiam diri tidak melakukan kegiatan apapun di rumah. Ketika sang suami pulang kerja Ia terkejut dan shok ketika masuk rumah karena ia dapati kondisi rumah yang berantakan. Dan Ia (sang suami) baru tersadar bahwa apa yang selama ini dilakukan Istrinya luar biasa dan begitu besar pengorbanan dalam rumah tangganya.
Jadi sungguh jangan pernah berfikir bahwa dialah (suami) satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya. Sedang dia menganggap bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya tampaknya santai, diam, dan enak-enakan, serta bahkan tidak mempunyai andil apa-apa. Bahkan boleh jadi apa yang dilakukan oleh sang istri berimbang atau bahkan jauh lebih besar dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.
Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.
Suami Sayang Istri
Jendela Keluarga: Memberi hadiah adalah salah satu cara yang diajarkan Rasulullah agar kita saling mencintai. Memberi hadiah tidak terbatas pada strata sosial, umur ataupun batas lainnya. Ia disarankan untuk dilakukan sesering mungkin, kepada siapapun, dalam keadaan bagaimanapun. Baik dalam kehidupan berkeluarga, antara suami, istri dan anak-anak. Ataupun dalam kehidupan bermasyarakat. Baik kepada sahabat sesama muslim, ataupun masyarakat secara umum.
Bentuk dari hadiah pun tidak dibatasi. Bukan hanya berlian atau intan permata. Jika pun hadiah hanya berbentuk buku murah ataupun makan gratis di warung sederhana, jika dilandasi dengan ketulusan, maka hadiah tersebut akan menjadi amal kebaikan dan semakin menumbuhkan cinta diantara sesama kita.
Dalam kehidupan suami istri, saling memberi hadiah merupakan obat mujarab yang bisa membuat pernikahan semakin hangat, dan cinta diantara keduanya semakin bertumbuh. Dalam tahap tertentu, ketika rumah tangga tengah diuji dengan badai atau angin sepoi, memberi kejutan berupa hadiah kesayangan pasangan kita, akan bisa mencairkan suasana dan membuat pasangan merasa dihargai.
Hal inilah yang dilakukan oleh Faris. Pria yang baru saja menikah ini mempunyai kebiasaan membawakan hadiah untuk istrinya, sepulangnya dia bekerja. Di sepanjang jalan pulang, dia selalu melihat ke sekeliling untuk membeli apapun. Baik itu kue, souvenir atau yang lain. Ritual ini, ia lakukan setiap hari. Tanpa bosan, karena dilakukan dengan sepenuh hati, karena cinta dan melakukan sunnah nabi.
Hingga, sampailah dia pada suatu malam. Ada kerjaan lembur di kantornya. Alhasil, di sepanjang perjalanan pulang, dia tidak menemukan apapun untuk dibeli. Semua penjual yang biasanya menjajakan dagangan juga tutup semua. Dia kemudian berfikir keras untuk terus mempertahankan kebiasaan baiknya itu.
Ia terus menyusuri jalan menuju surga mereka. Pikirannya sibuk mencari jalan keluar. Hingga sampailah ia di depan halaman, namun belum membawa apapun untuk dihadiahkan kepada bidadarinya yang tengah menunggu di balik pintu. Dalam batas ikhtiarnya itu, pandangannya menabrak setangkai mawar yang memang ditanam oleh istrinya di halaman rumah, dalam sebuah pot. Dalam jenak, ia melangkah perlahan dan kemudian memetik tangkai itu.
Diketuklah pintu, beriring salam. Dijawablah salam, oleh suara lembut di balik pintu. Dalam jenak, pintu dibuka oleh bidadari berjilbab rapi. Manis senyumnya, hangat sambutannya. Diciumlah tangan si Faris, diambillah tas yang ada di bahu pangerannya itu. Dalam jenak, Faris berujar, “Dik,” Yang dipanggil menghentikan langkah, menghadapkan badannya secara sempurna, dengan isyarat mata mengiyakan panggilan mesra itu. “Maafkan mas, Sayang.” Mata sang bidadari mendadak berlukiskan kebingungan, tapi dia hanya diam. Seraya mendengarkan dengan hormat setiap kata yang terlontar dari bibir kekasih hatinya itu. “Mas tidak menemukan apapun untuk hadiah malam ini. Mas dapat jatah lembur, semua pedagang sudah tutup ketika mas pulang.” Si cantik hanya tersenyum, lega, sembari mengangguk.
Ketika istrinya hendak meletakkan tas, Faris kembali berkata, “Mas hanya bawa ini untuk hadiah malam ini.” Ucapnya sambil menyodorkan setangkai mawar yang baru dipetiknya beberapa menit yang lalu. Sambil menoleh, istri sholehahnya itu tersenyum, semakin manis. Serta merta, diterimalah uluran tangkai mawar, dicium wanginya, sembari berucap, “Terimakasih mas, Sayang.” Malam itu, kehangatan menjalari di setiap jenak rumah itu, hingga pagi dan hari-hari berikutnya.
Beberapa hari kemudian, Faris dihadapkan pada kejadian yang sama. Kali ini, lebih seru lantaran tak ada lagi mawar di depan rumah mereka. Namun, Faris tidak pernah berhenti berharap dan berkomitmen untuk selalu membawa hadiah sepulang kerja. Dalam kebingungan itu, ketika ikhtiar sudah mencapai puncak, selalu ada solusi yang Allah berikan. Apalagi, bagi mereka yang berniat melakukan kebaikan untuk orang-orang yang dicintainya.
Hingga didapatilah sebuah batu kecil. Diambillah batu tersebut, dan kemudian dicuci. Setelah mengetuk pintu dan melakukan ritual cium tangan dan berbagi senyum, Faris berujar kepada istrinya, “Dik, maafin mas ya. Mas hanya mendapati ini untuk hadiah malam ini.” Serta merta, terbitlah senyum dari bidarinya itu, beriring bingung lantaran yang diberikan oleh suaminya adalah batu kecil. “Kok batu, Mas? Buat apa?” Seperti mengerti kebingungan istrinya, Faris mendekat, sembari mengirimkan isyarat bahwa dia akan membisikkan sesuatu kepada istrinya, “Di jalan sudah tidak ada penjual yang menjajakan dagangannya. Mawar depan rumah kita juga sedang tidak mekar. Jadi, batu ini untuk penggosok badan ketika adik mandi.”
Begitulah. Cinta itu sederhana. Sesederhana memberi apapun kepada pasangan kita. Asalkan bermanfaat, dan dilandasi keikhlasan. Cerita ini pula yang melandasi sebuah asas, bahwa bahagia milik semua orang. Bukan hanya milik Presiden, Menteri atau anggota DPR dengan fasilitas mewah. Tetapi bagi kita, selama masih menjadi muslim, maka bahagia bisa didapat dari mana saja. Tentu, ketika kita tak lelah menuntut ilmu dan bersemangat dalam mengamalkannya.
Semoga apa yang dilakukan Faris menginspirasi kita semua. Semoga setelah ini, akan banyak rumah tangga yang semakin hangat seiring berjalannya waktu. Semoga, esok, kita akan menjadi seperti Faris yang selalu pulang dengan menyertakan hadiah, atau lebih baik darinya dalam hal ini. Baik itu coklat kesukaan istri, buku favorit pasangan kita, atau apapun yang menjadi kesenangannya. Insya Allah, dengan memberi hadiah, seseorang akan saling mencintai dan bertambah cinta diantara keduanya. Jika kemudian memang tak kuasa memberi hadiah berbentuk materi, maka senyum tulus, hangatnya sambutan dan perhatian yang penuh, adalah lebih berharga dari benda apapun yang diberikan tanpa ketulusan.
Sudahkah kita memberikan hadiah untuk orang-orang tercinta hari ini?
sumber: bersamadakwah.com














