Selamat Datang di Web Jendela Keluarga Aris Nurkholis - Ratih Kusuma Wardani

Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami

Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Cinta Tanpa Syarat

Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.

Cinta Tidak Harus Dengan Kata

Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.

Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta

Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.

Friday, February 14, 2014

Tidak Pernah Terlambat Untuk Menikah




Jendela Keluarga: Pernikahan benar-benar merupakan suatu misteri, rahasia Tuhan yang tidak bisa ditebak oleh manusia. Akan menikah dengan siap, menikah di usia berapa, dari mana asal kelahiran sang jodoh, manusia hanya bisa merencanakan dan mengusahakan. Namun keputusan akhir tetap ada pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saya pernah berdiskusi dengan seorang teman lelaki yang sampai usia di atas 50 tahun ia belum juga menikah. Ketika saya tanya tentang rencana untuk menikah, dia mengatakan, “Sudah terlalu tua bagi saya untuk menikah. Sudah terlambat”, katanya. Ia memilih untuk membujang dan tidak menikah. Tidak jarang kita jumpai laki-laki atau perempuan yang merasa sudah tua hingga akhirnya memutuskan untuk tidak melaksanakan pernikahan.

Benarkah ada usia yang dikatakan “terlambat” untuk melaksanakan pernikahan? Lalu apa korelasi usia dengan sebuah prosesi pernikahan.

Pertimbangan Usia dalam Pernikahan

Tentu saja ada pengaruh yang kuat antara usia dengan pernikahan. Namun dalam tulisan kali ini, saya hanya fokus pada dua aspek saja, yaitu faktor kebahagiaan dalam hidup dan faktor keturunan.

Pertama, faktor kebahagiaan. Jika menikah di usia yang relatif muda, maka akan bisa merasakan kebahagiaan dalam pernikahan yang lebih kuat dan lebih lama. Fitrah manusia adalah berpasangan. Agama memberikan jalan yang sah untuk mengikat kecenderungan berpasangan ini, dengan jalan pernikahan. Dengan pernikahan, maka berbagai fitrah kemanusiaan kepada pasangan hidup bisa tersalurkan secara benar dan bertanggung jawab.

Kehidupan manusia akan lebih mencapai keseimbangan dan kestabilan, apabila fitrah berpasangan ini disalurkan secara benar. Dengan menikah, hidup akan seimbang lahir dan batin, jasmani dan ruhani. Kebahagiaan manusia akan terasa berkurang, di saat mereka mencapai sukses besar dalam hidup, namun belum ada pasangan yang mendampinginya. Pasangan hidup inilah yang menggenapkan kebahagiaan dan memastikan tercapainya rasa bahagia secara optimal dalam kehidupan manusia.

Kedua, faktor keturunan. Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan anak atau keturunan. Tentu ada sangat banyak resiko, jika melahirkan anak di atas usia empat puluh tahun, apalagi kalau di atas limapuluh tahun. Idealnya, melahirkan anak itu pada rentang usia duapuluh tahun, hingga usia tigapuluh tahun, sebelum mencapai usia empatpuluh. Dengan demikian, pernikahan pada usia di atas limapuluh tahun, tentu tidak lagi bertujuan untuk mendapatkan keturunan dari pernikahan tersebut.

Sangat bagus apabila perempuan bisa menikah di usia duapuluhan –kepala dua—agar bisa mendapatkan anak dalam usia ibu yang masih muda. Pernikahan di bawah usia duapuluh tahun, tentu boleh saja dilakukan, selama sudah memiliki kematangan psikis. Jika belum memiliki kesiapan dan kematangan mental, akan sangat banyak problem dalam keluarga, disebabkan mereka belum dewasa secara kejiwaan. Banyak konflik yang bisa muncul akibat ketidakdewasaan menghadapi persoalan keluarga.

Pernikahan di Usia Tua

Tidak masalah menikah di usia tua, karena usia bukan penghalang untuk melaksanakan pernikahan. Jika di masa muda ada hal-hal yang membuat seseorang terhalangi untuk melaksanakan pernikahan, janganlah hal itu membuatnya menjadi bersikap vatalis dengan memutuskan tidak mau menikah sama sekali. Mungkin ada yang beralasan karena sudah terlalu tua, padahal usianya belum sampai 90 atau 100 tahun…

FItrah manusia untuk menyalurkan hasrat kepada pasangan hidup, harus dibingkai dalam pernikahan yang sah menurut agama dan negara, supaya bisa mendapatkan kebahagiaan yang optimal. Jika fitrah tersebut disalurkan secara sembarangan, tanpa pernikahan, akan memunculkan banyak masalah dan bahkan penyakit. Jadi walaupun sudah berusia tua, menikah bukanlah suatu hal yang aib.

Di zaman sekarang ada banyak pasangan yang menikah di usia yang sudah tua. Ted Parsons dan Jean Reed adalah contoh pasangan yang menikah di usia yang sudah tua. Mereka menjadi pengantin baru di usia sembilan puluhan tahun. Ted (98 tahun) dan Jean (90 tahun) tercatat sebagai pasangan paling tua di Inggris yang melangsungkan pernikahan. Namun rekor dunia untuk pasangan menikah tertua di dunia masih dipegang oleh pasangan Lillian Hartley dan Allam Marks. Lillian berusia 95 tahun dan Allam berusia 98 tahun saat mengikat janji pernikahan.

Membicarakan masa-masa sebelum menikah, Ted menjelaskan bahwa mereka biasa pergi berdua namun tidak romantis karena sudah sama-sama tua. “Jika aku harus berlutut untuk melamarnya, mungkin aku butuh bantuan untuk berdiri lagi,” ungkap Ted bercanda.

Ted pertama kali bertemu dengan Jean 20 tahun lalu di New Malden dan kini mereka memutuskan untuk menikah dengan menggelar upacara sederhana. Ted dan Jean mengenakan pakaian resmi sama-sama memakai tongkat, berjalan bergandengan diiringi Andrew, anak bungsu Ted.

Setelah resmi menjadi suami istri kini mereka berencana bulan madu ke wilayah pantai utara dengan mengendarai mobil. Ted sendiri hanya punya jatah perpanjangan 3 tahun untuk SIM-nya. “Saya akan menjaga Jean seumur hidupku dan dia pun akan merawatku,” ucap Ted.

Upacara Pernikahan di Usia 103 Tahun

Ada lagi kisah upacara pernikahan pada usia yang sudah di atas 100 tahun. Hal ini menandakan, bahwa pernikahan yang sah bisa dilakukan oleh siapa saja yang menghendakinya. Tidak pandang usia.

Di usia 103 tahun, Jose Manuel Riella menggelar upacara pernikahan bersama sang istri tercinta, Martina Lopez (99 tahun). Bagi pasangan asal Paraguay ini, usia tidak menjadi halangan untuk menyelenggarakan sebuah upacara pernikahan. Keduanya sudah menikah melalui catatan sipil, namun mereka ingin menyelenggarakan upacara pernikahan secara keagamaan. Pasangan yang telah menikah selama 80 tahun tersebut menggelar prosesi pernikahan secara agama, setelah mendapat desakan dari delapan anak mereka.

“Anak-anak saya ingin kami menikah. Mereka mengatakan kepada saya bahwa ini yang mereka inginkan,” ujar Lopez seperti dilansir kantor berita Reuters. Saat ini, Lopez dan Riella telah memiliki 50 cucu, 35 cicit, dan 20 buyut. 

Waw, luar biasa semangat hidup mereka. Walaupun sudah berusia lanjut, namun melaksanakan pernikahan dengan prosesi keagamaan tetap mereka lakukan, demi mendapatkan ketenangan dalam hidup.

Jadi, memang tidak pernah terlambat untuk menikah…..

Oleh: Ustd. Cahyaddi Takariawan

Sumber: kompasiana.com/PakCah

Update Status Cinta Anda Sekarang Juga !

Jendela Keluarga: Rutinitas harian senantiasa menggerus romantis antar suami istri. Yang dahulu bergelojak hebat penuh dendang cinta, saat ini menjadi biasa saja. Jika dahulu dunia serasa milik berdua, maka bukan tidak mungkin saat ini rumah berasa ‘neraka’.  Salah satu buktinya bisa kita lihat di pagi hari, saat kesibukan mempersiapkan anak-anak sekolah.  Tampaknya  semua sepakat untuk menciptakan suasana menegangkan di awal pagi. Semua menginginkan untuk keluar rumah dengan kondisi yang terbaik. Detak jantung seolah berlomba dengan jarum jam untuk segera menuju angka tujuh. Maka keberkahan pagi hari sering tak membuahkan mesra sama sekali.

Di ujung hari suasana tak jauh berbeda. Sepulang kerja segunung lelah selalu melanda. Sang suami yang menuntut sambutan yang layak bak pangeran pulang dari peperangan  menaklukan negeri musuh, ternyata tak mendapatkan impiannya. Sang istri merasa lelah bukan kepalang sehabis menjaga anak-anak seharian yang selalu menciptakan kehebohan-kehebohan baru yang dilakukan. Karenanya, tak ada pelukan mesra dari istri yang harum mewangi. Sungguh kesan yang buruk untuk menutup hari. Liburan akhir pekan seringkali menjanjikan untuk dipenuhi agenda romantis bersama pasangan. Namun nyatanya banyak terlupakan dengan serangkaian agenda lemburan atau aktifitas suami ‘hangout’ bersama teman-teman kantor membuang kepenatan dunia kerja.

Gambaran di atas bukan kisah fiksi, namun nyata terjadi dalam keseharian kita. Sungguh sebuah rutinis yang membunuh cinta. Ya sadar atau tidak, kekacauan teknis setiap hari akan menggerus romantis antara suami istri.  Kelelahan yang di dapat setiap hari akan membuat agenda romantis suami istri menjadi kalah terengah-engah. Pada kondisi seperti inilah perlu kesadaran akan pentingnya ‘mengupdate’ status cinta Anda dan pasangan. Ini bukan tips hebat atau gila-gilaan yang membutuhkan biaya besar, namun kali ini ‘sekedar’ berbagi mesra lewat ungkapan cinta. Jika ungkapan ini mudah terucap dari lisan kita, niscaya kemesraan itu akan semakin nyata, bahkan bertambah sedemikian rupa, berbunga-bunga.

Mengapa perlu mengupdate status cinta ? Mengapa harus ada ungkapan cinta yang setiap saat harus kita menghiasi hari-hari kita ?  Mari kita awali dengan sebuah keyakinan ; sungguh setiap wanita membutuhkan pengakuan lebih tegas dan lugas tentang cinta suaminya. Tidak cukup dengan perhatian yang diberikan atau timbunan hadiah di dalam kamar, namun itu semua belumlah cukup selama belum mendengar satu dua kata yang memproklamasikan cinta sang suami.

Syariat Islam yang indah melihat pernyataan cinta adalah sebuah anjuran secara umum kepada saudara seiman, apalagi dengan para istri, tentu mempunyai tingkat pahala yang lebih jauh lagi. Dari Miqdad bin Ma'ad ra, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengajarkan : Apabila seorang mencintai saudaranya, hendaklah ia memberitahu kepadanya bahwa ia mencintainya (HR Tirmidzi dan Ahmad  dengan isnad shahih.) Memberitahukan kecintaan kepada seorang sahabat adalah anjuran Islam untuk mengekalkan ukhuwah. Lalu apa yang membuat ragu para suami untuk memproklamirkan cinta, mengupdate status cintanya kepada istri ?

Mari sejenak mengampil inspirasi dari rumah tangga nabi yang mulia, bagaimana pernyataan cinta begitu dibutuhkan. Adalah Muhammad Qutb dalam bukunya Aisyah, Guru Teladan Kaum Pria, menceritakan bahwa Aisyah ra, bila bertanya pada Rasul,  selalu dengan nada canda. Suatu ketika Aisyah ra bertanya, : “ Bagaimana cintamu padaku ? “. “Bagai untaian tali ! “, jawab sang Rasul. “ Bagaimana untaian itu ya Rasul ? “ Rasulullah menjawab : “ Ia dalam keadaan semula “.  Dalam keadaan semula, itu berarti tidak pernah berkurang karena ditelan zaman dan ketuaan. Begitulah update status cinta Rasulullah SAW yang segera membuat ibunda Aisyah tersipu malu.

Kita lihat begitu lugasnya ibunda Aisyah dalam menuntut pernyataan cinta Rasulullah SAW, suami dan manusia termulia. Ibunda Aisyah membutuhkan kejelasan dan jaminan ketenangan dengan ucapan cinta yang keluar dari lisan suami pujaan hatinya itu. Bukan meragukan atau tak percaya, namun lebih untuk menenangkan hati dan menjaga mesra. Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan, memberikan penyataan dan ungkapan cinta yang sugguh penuh ketulusan.

Maka bagi para suami hendaknya tak ragu dan tak segan untuk mengungkapkan kecintaannya dengan lugas, karena pengakuan tulus itulah yang membuat para istri lebih tenang menapaki kehidupannya. Keyakinan keberadaan  sosok suami yang siap mencintai sepenuh hati, bagi para istri adalah modal besar untuk mengarungi bahtera kehidupannya lebih jauh lagi. Maka sampaikanlah pernyataan cinta Anda dengan bahasa sederhana yang paling Anda suka, entah bergaya barat “ i love you”, atau “ you my tenderlove”, atau yang bergaya kraton “ aku trisno marang sliromu “, atau boleh juga bergaya anak negeri tahun 80-an : “aku cinta kamu” dan sebagainya.  Susunlah kata dan ungkapan terbaik yang Anda bisa, nyalakan dengan ketulusan yang Anda punya, lalu biarkan deretan kata-kata indah itu meluncur begitu saja merasuki hatinya. Mungkin lidah akan serasa kelu di awal mencoba, teruskan saja toh tidak ada sutradara yang akan berteriak “ cut “ memotong mesra Anda.

Segera update status cinta Anda. Lakukan hari ini atau Anda membuang kesempatan pahala di awal pagi. Berikan kejutan untuk istri Anda, pada saat-saat yang menegangkan di pagi hari misalnya, atau waktu-waktu yang tak terduga. Bisa dengan bisikan lembut disebelah telinga, atau untaian kata-kata sambil mata saling berpandangan, atau sekedar sederet kata via sms harian yang dirindukan. Yakinlah, sepanjang apa yang anda sampaikan benar-benar berawal dari ketulusan hati, maka efek yang dihasilkan sungguh akan luar biasa. Hati pasangan Anda akan tergetar dan membumbung tinggi ke atas awan. Satu point untuk anda hari ini. 
Selamat !
 
http://www.indonesiaoptimis.com/

*artikel dimuat dalam rubrik inspiring romance pada Majalah Embun Lazis Jateng

Thursday, February 13, 2014

Hal yang Perlu dihindari di Usia Muda


Jendela Keluarga: Usia 20 Tahunan adalah usia transisi paling penting dalam hidup kita. Perpindahan gejolak dari era sekolahan ke era karir, menuntut  kita untuk cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Keputusan yang kita ambil saat ini – diusia 20 tahunan – tidak hanya berpengaruh untuk jangka panjang saja, tapi juga untuk masa depan kita jauh kedepan.

Apakah anda ingin membuat usia 20 tahunan anda menjadi usia monumental untuk membuat sebuah perubahan dalam hidup anda? Ataukah anda ingin bersenang senang dan membiarkannya berlalu begitu saja? Apapun pilihannya, semua tergantung anda.

Tapi satu yang pasti, usia 20 tahunan adalah usia yang sangat krusial, setiap rencana yang anda tulis, setiap keputusan yang anda buat dan setiap langkah yang anda pilih, akan berpengaruh jauh ke masa depan anda.
Berikut ini hal-hal yang seharusnya tidak anda lakukan ketika berusia 20 Tahunan.

1. Bekerja Hanya untuk Uang, Bukan Membangun Impian

Jangan pernah mencari kenyamanan anda ketika masih muda. Masa muda harusnya anda gunakan untuk mencari tantangan sebanyak mungkin, membangun road map menuju cita cita yang anda impikan.

Terkadang pekerjaan dengan tawaran gaji yang cukup besar menghampiri, tapi permasalahannya adalah apakah anda benar benar menikmati pekerjaan yang akan anda geluti itu?

Sebagai contoh jika anda seorang sarjana seni, apakah anda akan menerima pekerjaan sebagai seorang akuntan dengan gaji yang besar? Padahal jelas-jelas bahwa dunia akuntansi bukanlah dunia anda.

Ok, mungkin di hari ini pekerjaan sebagai seorang seniman masih tidak menghasilkan apa-apa, dan pekerjaan sebagai akuntan dapat langsung mendatangkan pendapatan bulanan, tapi apakah anda yang seorang seniman mampu membohongi diri selamanya dengan bekerja sebagai seorang akuntan?

Jika John Lennon memutuskan untuk bekerja di pabrik daripada terus-menerus bermain musik tanpa di bayar di awal karirnya, akankah The Beatles ada saat ini?
Kembali lagi, semua ini masalah proses. Nikmatilah prosesnya.

2.    Tergesa-Gesa Dalam Jatuh Cinta

Mungkin bagi anda yang baru saja lulus dari dunia kampus, pasti mulai berinisiatif bahwa inilah saatnya mencari tambatan hati yang tepat untuk menjalin rumah tangga bersama. Toh orang tua anda pun juga mendukung langkah anda ini. Apalagi jika undangan sweet seven teen telah lama berganti menjadi undangan pernikahan dari beberapa kolega dekat kita.

Permasalahannya apakah anda akan langsung mengumbar cinta anda begitu bebas dari dunia perkuliahan dan mulai meniti jenjang karir?

Alih-alih fokus mengejar tambatan hati yang tepat, lebih baik kita fokus untuk memperbaiki kualitas diri.
Percayalah, lelaki yang baik akan selalu diperuntukkan untuk wanita yang baik pula.

3.    Tetap Kekanak-Kanakan

Diusia peralihan awal 20 tahunan, sering kali kita masih terlihat “kekanakan” dihadapan rekan kerja kita yang lebih tua. Kita masih sering becanda tidak pada tepatnya hingga masih mengedepankan ego daripada professionalitas.

Being child like is good, seperti halnya anak kecil yang selalu ingin belajar banyak hal dan kreatif. But being childish? NO! Bukan sebuah kebanggan lagi di usia anda jika apa-apa masih minta sama orang tua.

Real man use three pedals??? NO!
Real man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.

4.    Family  Comes Second

Kita tahu bahwa di usia 20 tahunan adalah usia dimana kita sedang semangat-semangatnya mengejar karir kita. Tapi ingat, jangan pernah lupakan bahwa dibalik kesuksesan anda selalu ada keluarga yang mendukung. Jangan pernah menomor duakan mereka. Anggaplah kehidupan keluarga anda saat inilah adalah sebagai ajang latihan sebelum anda membangun rumah tangga anda dikemudian hari.

Satu lagi yang ingin saya share di poin ini. Anda tahu apa beda The Boy dengan The Man ?

“The Boy comes home cause he need his mommy for giving him some money. The Man comes home cause he knew that he cares of his mommy.”

5.    Tetap di Pekerjaan yang Tidak Mengajarkanmu Apa-apa

Pernah membaca cerita tentang persahabatan antara Ayam dan Elang ? Pekerjaan yang terasa nyaman dan tanpa tuntutan tidak akan membuat anda belajar apa-apa. Menjebak anda dalam sebuah kenyamanan semu yang sepertinya enak, padahal lambat laun kreativitas anda akan tergerus karena tidak terbiasa dengan berbagai macam tantangan yang baru. Hal ini mungkin akan membuat senang anda di hari ini, tapi di kemudian hari ketika kreativitas anda sudah tidak terlatih lagi? Tidak ada salahnya pergi mencari pekerjaan baru yang akan mengajarkan anda banyak hal. Sebelum keadaan membuat anda terlalu nyaman tanpa belajar apa-apa.

6.    Ikut-ikutan Trend

Anda boleh meyadari tren apa saja yang berkembang hari ini, tapi jangan pernah terlalu fokus untuk mengikuti suatu tren tersendiri. Jika anda anda menghabiskan sebagian besar waktu anda hanya untuk mengikuti tren tertentu saja, kapan anda akan fokus untuk menciptakan tren anda sendiri?
Ingat! Mereka yang sukseslah yang menciptakan tren itu, bukan para pengikutnya.

7.    Selesai Belajar

Kita tahu, kita sudah muak dengan program 12 tahun wajib belajar + 4 tahun kuliah (itupun kalau tidak ngaret). Sudah saatnya kita menutup buku pelajaran dan fokus bekerja untuk mencari uang. Tapi apakah itu benar?

Mereka yang sukses tidak pernah berhenti belajar dan belajar tidak harus di bangku kelas. Dunia ini penuh permasalahan yang sangat menarik untuk dipelajari jika kita mampu memahaminya.

Ingat, wajib belajar bukan hanya 12 tahun + 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup!

Manfaatkan sebaik mungkin usia 20 Tahunan anda, karena apapun keputusan yang anda ambil hari ini, akan berdampak jauh ke masa depan anda,
“Age is just number, Young is forever and Mature is character” –

BEM FIS Universitas Negeri Padang Gelar Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional



Jendela Keluarga: Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (BEM FIS UNP) bekerjasama dengan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggelar Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional 2014. Lomba dibuka dari sekarang hingga berakhir pada 10 Maret 2014.

Lomba ini terbuka untuk mahasiswa perguruan tinggi di seluruh Indonesia, baik mahasiswa D3 atau S1 yang masih aktif (dibuktikan dengan melampirkan Kartu Tanda Mahasiswa pada saat pengiriman naskah).

Panitia Lomba BEM FIS UNP, Alif Melky dan Khairatul Ukhti Rabu (12/2), menyebutkan, peserta dapat memilih salah satu tema dari tiga tema yang diperlombakan, yaitu: Agama dan Pendidikan, Agama dan Pembangunan Ekonomi, serta Agama dan Politik. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya (maksimal 2 karya).

Syarat dan ketentuan lainnya, panjang naskah esai minimal 5 halaman dan maksimal 7 halaman, diketik di kertas A4, font Times New Roman 12, spasi 1,5. Margin 4 cm kiri, 3 cm kanan, 3 cm bawah, dan 3 cm atas. Judul bebas, namun harus sesuai dengan tema pilihan lomba.

Sementara, nama penulis dan asal perguruan tinggi diletakkan antara judul dan naskah. Naskah esai berisi tiga bagian, yaitu pendahuluan (berisi latar persoalan dan identifikasi topik bahasan), isi (pembahasan dan analisis), dan konklusi (kesimpulan/penutup). Tiga bagian tersebut tidak harus disebutkan secara eksplisit.
Selain itu, peserta menuliskan biodata di halaman akhir (berbentuk narasi, maksimal 150 kata) disertai foto diri. Dan naskah dikirim melalui email paling lambat 10 Maret 2014 pukul 23.59 WIB ke email: Bemfiscerdas@gmail.com atau kerohanianbemfisunp@yahoo.co.id.

Ditambahkan, berkas yang dikirim meliputi naskah esai dan lembar orisinalitas karya. Lembar orisinalitas yang dikirim via email dipindai/scan dalam bentuk file JPEG/PDF. Sementara Dewan Juri lomba terdiri dari Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dan Tim Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Naskah esai terbaik akan menerima hadiah:  Juara I uang tunai Rp 1.000.000 + piagam + trophy + Paket Buku, Juara II uang tunai Rp750.000 + piagam + trophy + Paket Buku, dan Juara III uang tunai Rp500.000 + piagam + trophy + Paket Buku. Karya 35 finalis terbaik akan diterbitkan dalam buku kumpulan esai terbaik.

Ketua BEM FIS UNP Chandra Prawira Negara berharap lomba menulis esai ini dapat diikuti seluruh mahasiswa di Indonesia yang hobi menulis. Tujuan lain dari lomba ini, tambahnya, diharapkan akan lahir penulis-penulis muda Indonesia yang berpikir kritis dan berani menuangkan gagasannya lewat tulisan. “Mari kita sukseskan bersama lomba ini,” ujarnya.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai lomba ini, calon peserta dapat menghubungi Panitia Lomba: BEM FIS UNP, Lantai 1 Dekanat FIS UNP, Jalan Prof. Dr. Hamka Air Tawar Padang, Sumatera Barat, email: Bemfiscerdas@gmail.comKerohanianbemfisunp@yahoo.co.id, dan kontak panitia: 085765200291 (Alif Melky), 083181614121 (Khairatul Ukhti).

Wednesday, February 12, 2014

Mengapa Finlandia Memiliki Sistem Pendidikan Terbaik Di Dunia

Mengejutkan. Ternyata negara yang paling oke tata kelola pendidikannya bukanlah Amerika Serikat, Jepang atau Jerman. Akan tetapi, kiblat pendidikan dunia saat ini mengarah ke negara Finlandia.

Amerika Serikat sendiri berada jauh dibawah level Finlandia, tepatnya di urutan ke-17. Lalu, dimana daya tariknya sistem pendidikan di Finlandia dengan negara-negara lainnya khususnya Indonesia? Jawabannya adalah di kemandirian siswa dan gurunya.

Di Finlandia kemandirian dalam mengikuti proses belajar mengajar itu tidak hanya dinikmati oleh guru-gurunya yang begitu dihormati tetapi juga ditularkan kepada para pelajar melalui berbagai kesempatan-kesempatan penting.

Salah satunya dimana setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.

Sistem inilah yang dipertahankan oleh Finlandia hingga akhirnya berhasil mengantarkan negara ini berada pada posisi puncak sebagai negara yang paling berhasil mengelola pendidikan nasionalnya.

Fantastiknya, dalam evaluasi belajar, angka ketidak lulusan secara nasional tidak pernah melebihi 2 persen pertahunnya. Finlandia juga tidak mengenal istilah ujian semester apalagi ujian nasional layaknya ditanah air.

Evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Karena setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Jadi jangan pernah berhayal bahwa guru-guru di Finlandia disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena di negeri ini guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar.

Jadi, di Finlandia siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.

Mau bagaimana caranya, maka gurulah yang berwewenang atas itu karena guru dipandang sebagai sosok yang paling mengerti mau dimana wajah pendidikan Finlandia dibawa dimasa yang akan datang.

Sistem ini telah berdampak positif kepada pola cara mengajar guru yang tidak terlalu dipusingkan oleh hiruk pikuknya politik nasional negaranya.

Keseriusan negara Finlandia menyokong keberhasilan pendidikan nasionalnya dibuktikan dengan diterapkannya kebijakan gratis sekolah 12 tahun. Kerenkan?

Guru-guru Finlandia adalah lulusan terbaik setiap perguruan tinggi dan mereka harus masuk dalam kelompok 10 besar lulusan terbaik. Jika tidak, jangan pernah bermimpi jadi guru di negeri ini.

Itulah sebabnya guru-guru di Finlandia betul-betul berdedikasi tinggi. Gajinya besar dong? Tidak. Guru-guru Finlandia justru digaji dengan gaji secukupnya bahkan bisa dikatakan kurang memadai.

Tetapi gurunya begitu menikmati profesinya hal ini karena mayoritas masyarakat Finlandia begitu menghormati dan menghargai profesi seorang guru.

Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.



Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Ditanah air Indonesia, sebenarnya sistem pendidikan Finlandia telah terterapkan sejak tahun 1961 melalui wadah gerakan pramuka. Apa yang berlaku di Finlandia jelas-jelas merupakan sistem pendidikan yang berlalu di gerakan pramuka.

Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota pramuka, bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.

Disamping itu, setiap 32 orang anggota pramuka dibina oleh 3 orang pembina secara terus menerus. Akan tetapi sistem pendidikan kepanduan ditanah air ini tidak mendapat respon yang positif ditanah air.

Buktinya kendati berhasil melahirkan kader-kader bangsa yang mandiri, negara ternyata tidak berani mengalokasikan dana BOS yang ada pada setiap sekolah untuk sepersekian persen wajib dipergunakan untuk mengelola gerakan pramuka di gugus depan.

Pendidikan nasional kita yang masih sarat dengan kepentingan politik kepala daerah menjadikan potret pendidikan begitu semraut. Pelaksanaan UN yang jelas lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya selalu dipertahankan untuk alasan yang tidak jelas.

Bahkan ironisnya lagi, UN telah mengajarkan bangsa ini bagaimana berlaku curang dan menipu. Gilanya lagi peserta UN dikawal dan diamati setiap detik melalui layar CCTV.

Seperti teroriskan. Cara-cara gila ini begitu dibangga-banggakan oleh pemerintah bahkan institusi pendidikan sendiri. Padahal metode ini punya dampak physicologi bagi para pelajar dimana UN benar-benar menjadi beban berat.

Jadi jangan heran bila di Nias pada hari pertama UN ada siswa yang meninggal dunia begitu menerima lembar soal ujian.

Finlandia tidak pernah membebani muridnya untuk hal-hal yang kurang bermutu atau mengurangi ke-kreativitasan seorang anak setelah meninggalkan rumah sekolah.

Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.

Setiap murid selalu diberi les tambahan yang berlebihan, pelajar di wajibkan mengikuti Tryout hampir tiap bulan dengan alasan untuk mengukur kemampuan siswa.

Dirumah disuguhi lagi dengan tugas-tugas berat bahkan ada lagi menu les tambahan yang ditawarkan padahal nuansa bisnisnya lebih terasa daripada urgensinya bagi peserta didik. Repot bukan?

Alhasil, pelajar tanah air lahir dan besar tanpa pernah mempergunakan otaknya untuk berkreativitas. Generasi muda pun besar penuh dengan tekanan. Jadi jangan heran, walaupun lulus UN 100 persen ternyata persentasi lulus SMPTN berbanding terbalik dengan kelulusan UN.

Inilah setidaknya potret pendidikan kita dewasa ini. Indonesia jatuh kepada tingkat kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Alih-alih untuk mencerdaskan bangsa tetapi cara-cara yang dilakukan justru mengantarkan bangsa ini kelembah kehancuran.

Oleh karena itu kita perlu berbenah. Mengembalikan sistem pendidikan kezaman dahulu kala (seperti cerita orangtua kita) dimana setiap anak dan orangtua begitu menghormati guru perlu kita lakukan.

Guru harus diberi otoritas penuh untuk mengatur kurikulumnya sendiri. Setiap anak juga tidak dibebani dengan tugas ini dan itu. Bahkan birokrasi pendidikan kita yang berbelit-belit perlahan-lahan harus dikurangi.

Wajib belajar 12 tahun mutlak harus dilakukan tentunya dengan biaya gratis. Tidak hanya itu wajar 12 tahun itu harus dengan satu izajah saja yaitu izajah SMA.

Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan.

Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.

Maka evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.

Menggratiskan pendidikan dinegara ini bukanlah hal yang mustahil. Bukankah 40 persen APBN kita mark-up dan 30 persennya dikorupsi.

Jadi andai pengelolaan keuangan negara kita ditata dengan baik maka tidak mustahil dimasa-masa yang akan datang biaya pendidikan kita yang saat ini ditampung 20 persen dalam APBN kedepannya akan meningkat menjadi 50 persen.

Bila sudah demikian, bukankah pendidikan kita sudah bisa digratiskan.

Beberapa hal yang mungkin bisa ditiru, dari sistem pendidikan yang ada di Finladia, diantaranya :



1. Anak Finlandia tidak memulai sekolah sampai usia mereka 7 Thn. ( Bandingkan dengan para orangtua di Indonesia justru bangga anaknya sekolah pada usia dibawah usia 7 tahun. bahkan dengan beben pembelajaran yang berat.)

2. Tidak di bebani Ujian dan PR, sampai menjelang usia mereka remaja.

3. Anak-anak tidak diukur sama sekali selama enam tahun pertama pendidikan mereka. ( Pada sistem pendidikan kita , Murid SD sampai stress karena sering ditakuti Pihak sekolah, dengan seabreg Ujian, Padahal terkadang anak sering tidak diajar ).
The children are not measured at all for the first six years of their education.

4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yang diambil ketika anak-anak berusia 16 Tahun. ( Bandingkan dengan sistem ujian ujian di SMP dan SMA, Ditambah UN, bukan saja membuat Lembaga pendidikan tidak jujur, Anak hanya dihargai Otaknya saja, Minus bakat dan Minat,)

5. Tidak ada Kelas Unggulan,semua kemampuan berada pada kelas yang sama. Dan terbukti akhirnya RSBI /RSI di indonesia oleh MK dicabut keberadaanya, karena akan tercipta kasta kasta baru dalam dunia pendidikan.



6.Finlandia menghabiskan sekitar 30 persen lebih untuk biaya pendidikan per siswa mengungguli Amerika Serikat.
7. 30 persen anak-anak menerima bantuan tambahan selama sembilan tahun pertama mereka sekolah.

8. 66 persen siswa masuk ke perguruan tinggi.Dan tertinggi di erofa

9. Nyaris semua siswa memilki kemampuan akademis yang merata

10. Kelas sains maksimal 16 siswa sehingga mereka dapat melakukan eksperimen praktis dalam setiap kelas.
.Science classes are capped at 16 students so that they may perform practical experiments in every class.



11. 93 persen masyarakat Finlandia lulus dari SMA.bahkan17,5 peresen lebih tinggi dari AS .
12. 43 persen dari Finlandia siswa sekolah menengah pergi ke sekolah kejuruan.

13.Siswa SD mendapatkan 75 menit dari istirahat sehari di Finlandia dibandingkan rata-rata 27 menit di Amerika Serikat.
43 percent of Finnish high-school students go to vocational schools.

14. Guru hanya menghabiskan 4 jam sehari di dalam kelas, dan mengambil 2 jam seminggu untuk “pengembangan profesional.”
Teachers only spend 4 hours a day in the classroom, and take 2 hours a week for “professional development.”

15. Finlandia memiliki jumlah guru sebanyak di New York City, namun siswa jauh lebih sedikit. Dengan perbandingan 600.000 siswa di finlandia dengan 1,1 juta di NYC.

Tuesday, February 11, 2014

Istriku Sayang, Maafkan Aku...





Jendela Keluarga: Suatu hari seorang suami pulang kerja, dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh.. Ternyata .. kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan. Dan … pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah... MasyaAllah … kacau … berantakan … ada lampu yang pecah. Ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi. Semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol..

dan....

Begitu ia melompat ke kamar tidur...

Ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

?????#$%!###

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum.

Dengan penuh keheranan sang suami bertanya: “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata:

“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidakpuasan: 'Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku' bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

"Betul," jawab sang suami.

“Baik,” kata sang istri, "hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan”.


***



Subhanallah dari cuplikan kisah di atas ada banyak pesan yang bisa kita petik terlepas dari apakah kisah tersebut nyata adanya atau tidak. Beberapa pesan yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Dan … agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Dalam konteks cuplikan kisah tersebut digambarkan betapa suami banyak menuntut kepada seorang istri untuk dapat melakukan banyak hal dengan baik dan sempurna, bahkan apapun yang dilakukan sang istri dilihat tidak ada artinya di hadapan sang suami. Bahkan yang selalu terucap dari sang suami kepada istrinya: "Apa yang terjadi hari ini wahai istriku..?".  Walaupun sejatinya begitu besar hal yang dilakukan oleh sang istri dan mungkin jauh lebih besar dan berat jika dibandingkan oleh yang dilakukan oleh sang suami. Dan sang suami baru tersadar bahwasanya apa yang telah dilakukan sang istri begitu besar dalam kehidupan rumah tangganya ketika suatu waktu sang istri berdiam diri tidak melakukan kegiatan apapun di rumah. Ketika sang suami pulang kerja Ia terkejut dan shok ketika masuk rumah karena ia dapati kondisi rumah yang berantakan. Dan Ia (sang suami) baru tersadar bahwa apa yang selama ini dilakukan Istrinya luar biasa dan begitu besar pengorbanan dalam rumah tangganya.

Jadi sungguh jangan pernah  berfikir bahwa dialah (suami) satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya. Sedang dia menganggap bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya tampaknya santai, diam, dan enak-enakan, serta bahkan tidak mempunyai andil apa-apa. Bahkan boleh jadi apa yang dilakukan oleh sang istri berimbang atau bahkan jauh lebih besar dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.

Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT. 




Suami Sayang Istri

 


Jendela Keluarga: Memberi hadiah adalah salah satu cara yang diajarkan Rasulullah agar kita saling mencintai. Memberi hadiah tidak terbatas pada strata sosial, umur ataupun batas lainnya. Ia disarankan untuk dilakukan sesering mungkin, kepada siapapun, dalam keadaan bagaimanapun. Baik dalam kehidupan berkeluarga, antara suami, istri dan anak-anak. Ataupun dalam kehidupan bermasyarakat. Baik kepada sahabat sesama muslim, ataupun masyarakat secara umum.

Bentuk dari hadiah pun tidak dibatasi. Bukan hanya berlian atau intan permata. Jika pun hadiah hanya berbentuk buku murah ataupun makan gratis di warung sederhana, jika dilandasi dengan ketulusan, maka hadiah tersebut akan menjadi amal kebaikan dan semakin menumbuhkan cinta diantara sesama kita.

Dalam kehidupan suami istri, saling memberi hadiah merupakan obat mujarab yang bisa membuat pernikahan semakin hangat, dan cinta diantara keduanya semakin bertumbuh. Dalam tahap tertentu, ketika rumah tangga tengah diuji dengan badai atau angin sepoi, memberi kejutan berupa hadiah kesayangan pasangan kita, akan bisa mencairkan suasana dan membuat pasangan merasa dihargai.

Hal inilah yang dilakukan oleh Faris. Pria yang baru saja menikah ini mempunyai kebiasaan membawakan hadiah untuk istrinya, sepulangnya dia bekerja. Di sepanjang jalan pulang, dia selalu melihat ke sekeliling untuk membeli apapun. Baik itu kue, souvenir atau yang lain. Ritual ini, ia lakukan setiap hari. Tanpa bosan, karena dilakukan dengan sepenuh hati, karena cinta dan melakukan sunnah nabi.

Hingga, sampailah dia pada suatu malam. Ada kerjaan lembur di kantornya. Alhasil, di sepanjang perjalanan pulang, dia tidak menemukan apapun untuk dibeli. Semua penjual yang biasanya menjajakan dagangan juga tutup semua. Dia kemudian berfikir keras untuk terus mempertahankan kebiasaan baiknya itu.

Ia terus menyusuri jalan menuju surga mereka. Pikirannya sibuk mencari jalan keluar. Hingga sampailah ia di depan halaman, namun belum membawa apapun untuk dihadiahkan kepada bidadarinya yang tengah menunggu di balik pintu. Dalam batas ikhtiarnya itu, pandangannya menabrak setangkai mawar yang memang ditanam oleh istrinya di halaman rumah, dalam sebuah pot. Dalam jenak, ia melangkah perlahan dan kemudian memetik tangkai itu.

Diketuklah pintu, beriring salam. Dijawablah salam, oleh suara lembut di balik pintu. Dalam jenak, pintu dibuka oleh bidadari berjilbab rapi. Manis senyumnya, hangat sambutannya. Diciumlah tangan si Faris, diambillah tas yang ada di bahu pangerannya itu. Dalam jenak, Faris berujar, “Dik,” Yang dipanggil menghentikan langkah, menghadapkan badannya secara sempurna, dengan isyarat mata mengiyakan panggilan mesra itu. “Maafkan mas, Sayang.” Mata sang bidadari mendadak berlukiskan kebingungan, tapi dia hanya diam. Seraya mendengarkan dengan hormat setiap kata yang terlontar dari bibir kekasih hatinya itu. “Mas tidak menemukan apapun untuk hadiah malam ini. Mas dapat jatah lembur, semua pedagang sudah tutup ketika mas pulang.” Si cantik hanya tersenyum, lega, sembari mengangguk.

Ketika istrinya hendak meletakkan tas, Faris kembali berkata, “Mas hanya bawa ini untuk hadiah malam ini.” Ucapnya sambil menyodorkan setangkai mawar yang baru dipetiknya beberapa menit yang lalu. Sambil menoleh, istri sholehahnya itu tersenyum, semakin manis. Serta merta, diterimalah uluran tangkai mawar, dicium wanginya, sembari berucap, “Terimakasih mas, Sayang.” Malam itu, kehangatan menjalari di setiap jenak rumah itu, hingga pagi dan hari-hari berikutnya.

Beberapa hari kemudian, Faris dihadapkan pada kejadian yang sama. Kali ini, lebih seru lantaran tak ada lagi mawar di depan rumah mereka. Namun, Faris tidak pernah berhenti berharap dan berkomitmen untuk selalu membawa hadiah sepulang kerja. Dalam kebingungan itu, ketika ikhtiar sudah mencapai puncak, selalu ada solusi yang Allah berikan. Apalagi, bagi mereka yang berniat melakukan kebaikan untuk orang-orang yang dicintainya.

Hingga didapatilah sebuah batu kecil. Diambillah batu tersebut, dan kemudian dicuci. Setelah mengetuk pintu dan melakukan ritual cium tangan dan berbagi senyum, Faris berujar kepada istrinya, “Dik, maafin mas ya. Mas hanya mendapati ini untuk hadiah malam ini.” Serta merta, terbitlah senyum dari bidarinya itu, beriring bingung lantaran yang diberikan oleh suaminya adalah batu kecil. “Kok batu, Mas? Buat apa?” Seperti mengerti kebingungan istrinya, Faris mendekat, sembari mengirimkan isyarat bahwa dia akan membisikkan sesuatu kepada istrinya, “Di jalan sudah tidak ada penjual yang menjajakan dagangannya. Mawar depan rumah kita juga sedang tidak mekar. Jadi, batu ini untuk penggosok badan ketika adik mandi.”

Begitulah. Cinta itu sederhana. Sesederhana memberi apapun kepada pasangan kita. Asalkan bermanfaat, dan dilandasi keikhlasan. Cerita ini pula yang melandasi sebuah asas, bahwa bahagia milik semua orang. Bukan hanya milik Presiden, Menteri atau anggota DPR dengan fasilitas mewah. Tetapi bagi kita, selama masih menjadi muslim, maka bahagia bisa didapat dari mana saja. Tentu, ketika kita tak lelah menuntut ilmu dan bersemangat dalam mengamalkannya.

Semoga apa yang dilakukan Faris menginspirasi kita semua. Semoga setelah ini, akan banyak rumah tangga yang semakin hangat seiring berjalannya waktu. Semoga, esok, kita akan menjadi seperti Faris yang selalu pulang dengan menyertakan hadiah, atau lebih baik darinya dalam hal ini. Baik itu coklat kesukaan istri, buku favorit pasangan kita, atau apapun yang menjadi kesenangannya. Insya Allah, dengan memberi hadiah, seseorang akan saling mencintai dan bertambah cinta diantara keduanya. Jika kemudian memang tak kuasa memberi hadiah berbentuk materi, maka senyum tulus, hangatnya sambutan dan perhatian yang penuh, adalah lebih berharga dari benda apapun yang diberikan tanpa ketulusan.

Sudahkah kita memberikan hadiah untuk orang-orang tercinta hari ini?

sumber: bersamadakwah.com