Jendela-Keluarga; Setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Hari Lingkungan Hidup ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2000. Pada hari ini menjadi suatu hal yang penting bagi penduduk bumi untuk meneguhkan kembali arti penting lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Diseluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia selalu terus berupaya melakukan dan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan hidup.
Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami
Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.
Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah
Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.
Cinta Tanpa Syarat
Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.
Cinta Tidak Harus Dengan Kata
Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.
Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta
Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.
Sunday, June 8, 2014
Kurikulum 2013 dan Pendidikan Lingkungan Hidup
Jendela-Keluarga; Setiap tanggal 5 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Hari Lingkungan Hidup ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2000. Pada hari ini menjadi suatu hal yang penting bagi penduduk bumi untuk meneguhkan kembali arti penting lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Diseluruh penjuru dunia tidak terkecuali Indonesia selalu terus berupaya melakukan dan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya memelihara dan melestarikan lingkungan hidup.
Thursday, June 5, 2014
Rekruitmen Sekolah Guru Indonesia 2014
Jendela-Keluarga: Sekolah Guru Indonesia adalah salah satu jejaring divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang berkomitmen melahirkan Guru Transformatif yang memiliki kompetensi mengajar, mendidik dan berjiwa kepemimpinan sosial. Sekolah Guru Indonesia didedikasikan bagi para pemuda Indonesia yang siap mengabdikan diri menjadi guru serta menjadi penggerak perubahan di seluruh penjuru Nusantara.
Sejak tahun 2009, Sekolah Guru Indonesia telah membina dan menyemai anak-anak muda inspiratif menjadi Guru Transformatif di 31 Kabupaten di seluruh wilayah Republik Indonesia. Saat ini, Sekolah Guru Indonesia akan segera membuka pendaftaran untuk angkatan VII. Jadwal pendaftaran mulai tanggal 1 Mei - 16 Juni 2014.
PERSYARATAN
- Pendidikan S-1 dengan IPK ≥ 2,75 skala 4
- Muslim / Muslimah usia maksimal 25 tahun
- Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama program berlangsung
- Siap mengikuti program pembinaan di asrama selama 4,5 bulan dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia selama 1 tahun
- Diutamakan mempunyai pengalaman pemberdayaan masyarakat
- Diutamakan aktif di organisasi mahasiswa / masyarakat
CARA PENDAFTARAN
- Sebelum melakukan pendaftaran, peserta menyiapkan semua berkas dalam format gambar (file *.JPG) yaitu : a) foto resmi b) scan tanda tangan pribadi dan orang tua c) scan KTP d) scan transkrip nilai IPK e) scan ijazah atau surat keterangan lulus.
- Unduh formulir pendaftaran di link berikut [Download]
- Kirimkan formulir yang sudah diisi ke email rekrutmensgi@sekolahguruindonesia.net
- Petunjuk selengkapnya, Download Panduan Seleksi SGI VII [Download]
(TIDAK menerima berkas pendaftaran via POS)
Batas akhir pengiriman formulir sampai tanggal 16 Juni 2014
KONTAK
Facebook : Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa
Twitter : @SGIDompetDhuafa
Website : www.sekolahguruindonesia.net
INFORMASI PENDAFTARAN
Muh. Shirli Gumilang (085 224 619 196)
Abdul Ahmad Wasiuddin (087 770 942 328)
Tuesday, June 3, 2014
PENERIMAAN PESERTA PROGRAM SM-3T ANGKATAN IV TAHUN 2014
Jendela-Keluarga: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengundang para sarjana pendidikan terbaik untuk ikut maju bersama mencerdaskan indonesia melalui Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) Angkatan ke-IV.
Ikuti agenda rekrutmen berikut.
- Pendaftaran daring (online): 21 Mei – 15 Juni 2014
- Pengumuman hasil seleksi administrasi dan pengumuman jadwal tes online: 23 Juni 2014
- Tes online: 1 – 2 Juli 2014
- Pengumuman hasil tes online: 7 Juli 2014
- Pendidikan Guru PAUD
- Pendidikan Guru Sekolah Dasar
- Pendidikan Luar Biasa
- Pendidikan Kewarganegaraan
- Pendidikan Bahasa Indonesia
- Pendidikan Bahasa Inggris
- Pendidikan Matematika
- Pendidikan Fisika
- Pendidikan Kimia
- Pendidikan Biologi
- Pendidikan IPA
- Pendidikan IPS
- Pendidikan Sejarah
- Pendidikan Geografi
- Pendidikan Seni (Drama, Tari, Musik, Rupa/Kerajinan)
- Pendidikan Ekonomi/Akuntansi
- Bimbingan Konseling
- Pendidikan Jasmani
- Pendidikan Teknik Mesin/Teknik Otomotif
- Pendidikan Teknik Bangunan
- Pendidikan Teknik Elektro/Elektronika
- Pendidikan Tata Boga/Tata Busana/Tata Rias
- Pendidikan Sosiologi/Antropologi
- Warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan identitas diri berupa KTP yang masih berlaku;
- Lulusan program studi kependidikan S-1 (bukan transfer) tiga tahun terakhir (2012, 2013, 2014) dari program studi terakreditasi yang sesuai dengan mata pelajaran dan/atau bidang keahlian yang dibutuhkan, dibuktikan dengan fotokopi ijazah yang telah disahkan (legalisasi). Khusus lulusan tahun 2014 yang belum memiliki ijazah dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani dan/atau diketahui Pembantu/Wakil Rektor Bidang Akademik.
- Berusia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2014;
- IPK minimal 3,0 yang dibuktikan dengan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasi);
- Berbadan sehat yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter;
- Bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) dari pejabat yang berwenang;
- Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/Polresta; dan
- Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T dan PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 6000 rupiah
Sumber: http://seleksi.dikti.go.id/sm3t/?tf=
Monday, June 2, 2014
Sebab Melemahnya Iman Aktivis Dakwah
Jendela-Keluarga: Kelemahan yang paling lemah dan melemahkan seorang muslim adalah lemah iman. Dengan mengetahui sebabnya, diharapkan kita mampu mengatasinya, sehingga iman kita semakin kuat dan kokoh.
Berikut ini 5 sebab kelemahan iman, khususnya pada aktifis dakwah :
Tenggelam dalam Kesibukan Duniawi
Tak seorang pun yang luput dari urusan dunia, termasuk seorang dai. Bahkan Al-Qur’an sendiri mengingatkan kita agar mencari akhirat tanpa melupakan dunia. Namun, ketika kesibukan dunia yang menguasai jiwa, ketika seseorang tenggelam dalam kesibukan duniawi, maka iman akan melemah segera.
”Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka ampunilah kami.”
Lalai terhadap Faktor Penguat Iman
Lalai dalam mengetahui faktor-faktor yang dapat menguatkan dan meningkatkan iman kepada Allah adalah sebab melemahnya iman. Yakni ketika seseorang tidak memahami dan mengamalkan bahwa ibadah, dzikir, dan kebajikan itulah penguat iman. Saat seseorang menambah kebaikan, sejatinya ia meningkatkan iman. Sebaliknya, siapa yang memilih malas-malasan dari beramal kebajikan, pada saat yang sama ia telah membuat imannya lemah.
Sebagian sahabat berkata, “Iman itu bertambah dan berkurang. Ia bertambah dengan ketaatan dan zikir kepada-Nya, ia berkurang dengan kemaksiatan dan lupa kepada-Nya.”
Menumpuknya Aktifitas dan Beban yang Membuat Ruh dan Jiwa Kehilangan Haknya
Aktifitas yang padat dan beban kerja yang menumpuk -termasuk aktifitas politik dan kerja-kerja sosial- jika tidak dimenej dengan baik akan berakibat pada melemahnya iman. Mengapa? Karena padatnya aktifitas dan menumpuknya beban kerja bisa menjadikan seseorang mengabaikan hak-hak ruh dan jiwanya. Ketika hak-hak ruhiyah itu tak dipenuhi, kegersangan jiwa terasa. Hilangnya sikap bijaksana, pudarnya ketenangan dan kedamaian, dan sempitnya dada adalah indikasi melemahnya iman akibat hak ruh yang tak tertunaikan ini.
Mengejar Target Dakwah, Melupakan Penguat Iman
Ada sebagian aktifis yang sangat bersemangat dalam aktifitas dakwah untuk mengejar target-target kuantitas, namun ia lupa faktor-faktor yang dapat meningkatkan iman. Ia menyeru orang lain, namun meninggalkan dirinya sendiri. Merasa kesibukan sebagai aktifis dan pekerjaan dakwah sudah cukup menjamin menguatnya iman.
Aktifitas dan Peran yang Tak Seimbang
Seorang Muslim, khususnya seorang dai, pasti memiliki lebih dari satu peran dalam hidupnya. Ada peran keluarga sebagai suami (bagi yang sudah menikah), ayah (bagi yang telah memiliki anak), anak (khususnya bagi aktifis muda yang belum menikah), karyawan atau pimpinan di tempat kerja, anggota masyarakat di lingkungannya, organisatoris dan aktifis di organisasinya yang kadang-kadang lebih dari dua, dan seterusnya.
Ketika aktifitas hanya difokuskan pada satu peran, sementara pada banyak peran yang lain ia abai kemudian gagal, maka iman bisa melemah karena ia akan tersibukkan dengan banyak lubang masalah yang ia gali sendiri. Aktifitas yang seimbang, pemenuhan semua peran dengan seimbang lebih menjamin seorang aktifis dakwah untuk tidak hanya imannya tak terganggu dari arah itu, namun juga membuatnya menjadi lebih ideal.
sumber: bersamadakwah.com
Friday, May 23, 2014
[Kisah Nyata] Air Mata Cinta Telah Mengubah Segalanya
Namun bulan-bulan yang terus berlalu hingga hitungan tahun berganti, membuat keduanya mulai berhadapan dengan problem ekonomi. Sang suami, sambil meneruskan kuliah pasca sarjana, berusaha bekerja apa saja. “Yang penting halal,” prinsipnya.
Dari menjadi tukang ojek, jualan kripik, hingga jualan berbagai makanan ringan. Beban hidup suami istri itu semakin besar saat buah hati mereka lahir. Yang menyedihkan, kos-kosan mereka jauh dari kata layak untuk hidup berkeluarga. Atapnya jebol, kamar mandinya bocor.
Setelah lulus S2, sang suami mendapatkan pekerjaan baru sebagai makelar tanah. Ia sendiri merasa pekerjaan ini bukanlah pekerjaan tetap dan menjadi sebuah ironi bagi dirinya yang lulusan terbaik saat kuliah S1 dan kini menjadi Magister Fisika. Namun setidaknya, penghasilannya kini lebih besar dari sebelumnya. Menjadi makelar, membuatnya sangat sibuk. Siang malam ia mencari pembeli. Sebelum matahari terbit ia sudah memacu motornya, dan saat larut malam baru pulang. Praktis, si kecil pun jarang bertemu dengannya.
Menjalani pekerjaan barunya, meski penghasilan lebih besar, pelan-pelan banyak kebahagiaan yang hilang. Tak bisa bercanda dengan buah hati yang sedang lucu-lucunya, juga tak banyak waktu membersamai istrinya.
Yang tak kalah berat baginya, ia yang dulunya aktifis dakwah kini tak sempat berjamaah di masjid kecuali menjadi makmum masbuk. Ia tak lagi hadir di majelis-majelis tarbiyah. Bahkan tak ada lagi tahajud… Ia merasa badai futur sudah sedemikian dahsyat menghempas. “Inikah cita-cita pernikahan itu? Ke mana bunga- bunga mimpi hidup dalam keluarga sakinah, mawaddah, warahmah?” tanyanya kepada hati kecilnya.
Hingga suatu ketika di larut malam setelah ia seharian mencari pembeli. Istri terkasih mendekapnya sangat erat. Akhwat yang dicintainya itu menangis terisak- isak. Seakan-akan ia akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi. “Mas… aku tidak pernah meminta uang banyak. Saya juga tidak memintamu untuk bekerja sekaras ini. Sederhana sekali pintaku, engkau kembali menjadi orang yang shaleh, dan aktif dalam dakwah” ucapnya sambil terisak tanpa melepaskan dekapannya.
Sang suami hanya bisa terdiam. Kata-kata membuatnya tak sanggup menahan air mata. “Mas… aku ingin seperti dulu, biar susah tapi kita bisa berjalan bersama ke tempat ta’lim. Sahur senin-kamis bareng. Saling membangunkan dan mengingatkan shalat malam. Mungkin Mas tidak tahu, kenapa aku memilih Mas jadi suami? Karena tidak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat suami yang berjalan meninggalkan rumah menuju masjid untuk shalat berjama’ah”
Malam itu menjadi malam paling bersejarah dalam kehidupan pernikahan mereka. Untaian kalimat yang diiringi air mata itu bukan hanya melelehkan air mata yang sama. Tetapi juga menjadi jalan pertaubatan bagi sang suami. Menjadi pintu kembalinya seorang ikhwan ke medan dakwah dan medan juang.
Atas izin Allah, air mata cinta telah mengubah segalanya. Mengembalikan jiwa yang futur kepada Rabbnya. Menarik kembali hati yang menjauh ke jalur orbitnya. Menghadirkan lagi ketenangan dan kedamaian yang sempat hilang sekian lama. Cinta yang syar’i kepada suami membuat sang istri kehilangan saat sang suami jauh dari Tuhannya.
Cinta mengubah rasa kehilangan menjadi kesedihan yang memuarakan air mata. Lalu air mata itu tumpah dalam keheningan malam bersama sujud-sujud yang panjang. Air mata itu juga hadir bersama kata-kata cinta yang meminta suami kembali bersamanya; dalam mendekatkan diri kepada Ilahi. Maka untuk setiap istri, apa pun masalah suamimu dan apapun masalahmu dengan suamimu. Hadirkan cinta sebelum engkau menghadirkan perasaan lainnya. Cinta yang membuatmu berdoa mengetuk perkenanNya. Sebab Dialah yang memegang hati dan jiwa seluruh hambaNya. Dengan cinta pula, ungkapkan perasaanmu kepada belahan jiwa. Jika batu saja bisa pecah lantaran tetes air.
*Kisah di atas tersebut berdasarkan kisah nyata Abu Fakir, salah seorang peserta Kompetisi Menulis Pengalaman Dakwah (KMPD) Bersama Dakwah asal Bandung. [dikutip dari whatsapp Sahabat Im]
Sumber: pksciktim.org
Wednesday, May 21, 2014
Nasihat-nasihat Hebat ini Menjadikan Mereka Miliarder Dunia
Nasihat berharga yang selalu melekat di hatinya yakni nasihat ayahnya yang mengatakan bahwa memiliki rencana hidup adalah hal yang sangat penting.
Nasihat yang paling melekat dalam hidupnya adalah ciptakanlah keberuntunganmu sendiri. Liu adalah seorang anchor dalam acara “In the Loop” di Bloomberg Television, dia mulai tertarik masuk ke televisi pada pertengahan karirnya.
Dia adalah CEO Air Asia. Dia mengaku nasihat yang paling melekat dalam hatinya adalah belajar dari hal-hal yang berjalan lambat.
Sumber: http://www.dakwatuna.com
Tuesday, May 13, 2014
Masjid Gedhe Kauman "Pesona Islam dalam Corak Budaya Jawa"
Bila kita melihat bagian atap masjid ini menggunakan sistem atap tumpang tiga dengan mustaka yang mengilustrasikan daun kluwih dan gadha. Sistem atap tumpang tiga ini memiliki makna kesempurnaan hidup melalui tiga tahapan kehidupan manusia yaitu, Syariat, Makrifat dan Hakekat. Perubahan jaman dengan segala peristiwanya telah membuat bangunan masjid ini berkembang dan berbeda dengan masa lalunya. Pada tahun 1867 terjadi gempa besar yang meruntuhkan bangunan asli serambi Masjid Gedhe Kauman diganti dengan menggunakan material yang khusus diperuntukkan bagi bangunan kraton. Tidak ketinggalan pula lantai dasar masjid yang terbuat dari batu kali kini telah diganti dengan marmer dari Italia. Pesona dari Masjid Gedhe Kauman terletak pada beberapa keunikan salah satunya pemasangan batu kali putih pada dinding masjid tidak menggunakan semen dan unsure perekat lain, serta penggunaan kayu jati utuh yang telah berusia 200 tahun lebih sebagai penumpang bangunan masjid tersebut.
Seperti pada umumnya sebuah masjid raya, Masjid Gedhe Kauman terdiri dari masjid induk dengan satu ruang utama sebagai tempat untuk sholat yang dilengkapi tempat imam memimpin sholat atau mihrab. Samping kiri belakang mihrab terdapat maksura yang terbuat dari kayu jati bujur sangkar dengan lantai marmer yang lebih tinggi serta dilengkapi dengan tombak. Maksura difungsikan sebagai tempat pengamanan raja apabila Sri Sultan berkenan sholat berjamaah di Masjid Gedhe Kauman. Tidak jauh dari mihrab terdapat Mimbar yang berbentuk singgasana berundak sebagai tempat bagi khotib dalam menyampaikan khotbah Jumat. Mimbar dibuat dari kayu jati berhiaskan ukiran indah berbentuk ornament stilir tumbuh-tumbuhan dan bunga di prada emas.
Selain ruang inti masjid induk juga dilengkapi dengan berbagai ruangan yang memiliki fungsi berbeda, seperti pawestren (tempat khusus bagi jamaah putri), yakihun (ruang khusus peristirahatan para ulama, khotib, dan merbot), blumbang (kolam), dan tentu saja serambi masjid. Bagian lain dari kompleks Masjid Gedhe pada masa sekarang adalah KUA, kantor Takmir, Pagongan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gamelan Sekaten, Pajagan yang dulunya digunakan sebagai tempat prajurit kraton berjaga dan terletak memanjang di kanan kiri gapura, serta regol atau gapura yang berbentuk Semar Tinandu dan merupakan pintu gerbang utama kompleks masjid.
Tak jauh berbeda dengan masjid atau mushalla pada umumnya, menyambut bulan Ramadhan Masjid Gedhe juga menyiapkan rangkaian acara dan takjilan buka bersama yang tiap harinya dikunjungi hingga 600 orang jamaah. Menurut Julianto Supardi, ketua panitia Ramadhan Masjid Gedhe, bahkan terdapat hari khusus dengan menu spesial. "Setiap hari Kamis kami (panitia-red) khusus menyembelih kambing dan menyediakan Gulai Kambing sebagai menu buka puasa". Jika anda bukan penderita tekanan darah tinggi akut, penulis rasa, menu special tersebut patut untuk dicoba dan jangan lupa untuk membawa kamera jika Anda tidak ingin melewatkan wisata religi dari nilai sejarah serta kemegahan yang unik dari arsitektur masjid tertua di Jogja tersebut. (Foto dan Teks oleh Aan Ardian/www.kotajogja.com)














