Selamat Datang di Web Jendela Keluarga Aris Nurkholis - Ratih Kusuma Wardani

Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami

Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Cinta Tanpa Syarat

Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.

Cinta Tidak Harus Dengan Kata

Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.

Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta

Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.

Tuesday, September 2, 2014

Lomba Menulis Esai Tema Pendidikan - FKIP UNS

SKI FKIP UNS meru­pakan unit kegiatan maha­siswa (UKM) kero­han­ian Islam di lingkup FKIP menggelar Lomba Menulis Esai Tema Pendidikan


        “Meny­ong­song Indone­sia Baru den­gan Pen­didikan”

B. Tujuan
  1. Menyalurkan aspi­rasi maha­siswa untuk Pen­didikan Indone­sia yang lebih baik kepada Pres­i­den RI yang baru
  2. Memacu kre­at­i­fi­tas dan ino­vasi mahasiswa
  3. Menyalurkan gagasan maha­siswa dalam bidang pendidikan

C. Waktu Pelak­sanaan
  •        27 — 30 Sep­tem­ber 2014 Reg­is­trasi & dead­line pengumpu­lan karya
  •        1–9 Okto­ber 2014 Penjurian
  •        11 Okto­ber 2014 Pengu­mu­man karya
  •       31 Okto­ber 2014 Pre­sen­tasi 10 karya terbaik
  •       1 Novem­ber 2014 Field trip dan Tab­ligh Akbar

Per­syaratan Admin­is­tratif
  • Peserta yang mengikuti lomba adalah Maha­siswa (D3/S1) aktif di Per­gu­ruan Tinggi di Indone­sia den­gan bukti men­gir­imkan 1 (satu) lem­bar scan Kartu Tanda Mahasiswa.
  • Lomba bersi­fat individu.
  • Karya yang dikir­imkan adalah karya ASLI dan ORISINIL serta belum per­nah dipublikasikan/diikutsertakan dalam lomba yang serupa. Esai juga bukan hasil saduran/terjemahan.
  • Meny­er­takan surat orisi­nal­i­tas, CV, dan form pendaf­taran yang dapat di down­load di www.ski.fkip.uns.ac.id

Pen­gi­r­i­man Berkas dan Reg­is­trasi
Karya tulis dikir­imkan dalam ben­tuk soft­copy. Soft­copy dalam ben­tuk pdf (cover hingga lam­pi­ran dijadikan dalam satu file) den­gan for­mat nama file :

IW2014_KEEP_NAMA_ASALUNIVERSITAS­­_JUDULESAI(3KataPer­tama)
dikir­imkan ke ala­mat email :  keepskifkipuns@gmail.com

Con­toh :
IW2014_KEEP_Herdika_Universitas Sebe­las Maret_Pendidikan Langkah Awal

Lampirkan:
- Scan Kartu Tanda Mahasiswa
- Scan Surat Orisi­nal­i­tas Karya (Down­load di http://www.mediafire.com/view/u0ibrt7n07mxyfb/lembar_orisinalitas_Keep.doc)
-   Scan Form Pendaf­taran dan CV Peserta (Down­load di http://www.mediafire.com/view/9f365eudufesfjb/CV_dan_Form_Pendaftaran.docx)


  • Fol­low twit­ter @KeepFULDKIP dan Like Fans Page Face­book Kom­petisi Essay Pen­didikan FULDKIP
  • Men­tion den­gan for­mat @KeepFULDKIP_Judul_#UntukPendidikanIndonesia
  • Reg­is­trasi dilan­jutkan melalui sms

Den­gan for­mat :KEEP_Nama_Alamat Email
Kirim ke Nuha (085867910868)

Pengu­mu­man dan Penghargaan
  • Pengu­mu­man 20 karya ter­baik dapat dil­i­hat di web­site www.ski.fkip.uns.ac.id dan akan dihubungi oleh pani­tia via SMS.
  • 20 besar ter­baik akan mem­p­re­sen­tasikan esainya di hada­pan juri secara lang­sung di Uni­ver­si­tas Negeri Surakarta pada tang­gal 31 Okto­ber 2014.
  • Semua­fi­nalis 20 besar WAJIB ikut dalam Field­trip atau kun­jun­gan ke beber­apa tem­pat wisata dan kuliner di daerah Surakarta dan sekitarnya.
  • (Finalis akan diberikan surat pen­gan­tar untuk mem­inta ban­tuan dana ke dekanat fakul­tas masing-masing)
  • Pengu­mu­man peme­nang 3 besar akan dilak­sanakan pada Tab­ligh Akbar Islamic Week yang dis­e­leng­garakan oleh Sen­tra Kegiatan Islam (SKI) Fakul­tas Kegu­ruan dan Ilmu Pen­didikan UNS pada tang­gal 1 Novem­ber 2014.


Hadiah 3 Besar

-       Juara1 :Rp 3.000.000 + Tro­phy +PiagamPeng­har­gaan
-       Juara2 :Rp 2.000.000 + Tro­phy + PiagamPeng­har­gaan
-       Juara3 :Rp 1.000.000 + Tro­phy + PiagamPeng­har­gaan
-       Juara 4 - 20 men­da­p­atkan Piagam Peng­har­gaan


Lomba Menulis Esai


KETENTUAN PENULISAN

a.  Sifat dan Isi Tulisan
     Sifat dan isi tulisan memenuhi per­syaratan seba­gai berikut :

b.  Kre­atif dan Inovatif
     -       Tulisan berisi­ga­gasan yang kre­atif sesuai den­gan tema
     -       Karya tulis berupa ino­vasi peserta
     -       Karya tulis juga men­gu­las suatu per­masala­han dalam sis­tem Pen­didikan di Indone­sia, kemu­dian  diberikan solusi yang sesuai dan tepat

c.  Orisi­nal­i­tas Karya
     -       Keaslian karya
     -       Keaslian gagasan dalam men­cip­takan sebuah inovasi

d.  Sis­tem­atika Penulisan

  • Diketik dalam ker­tas beruku­ran A4, font Times New Roman 12 pt den­gan mar­gin 3,4,3,3 spasi 1,5.
  • Memenuhi stan­dar penulisan esai den­gan pan­jang­naskah min­i­mal 5 hala­man, mak­si­mal 6 halaman.
  • Judul esai dit­ulis den­gan huruf cap­i­tal dan dic­etak tebal (Bold) den­gan rata ten­gah (align­ment center)

Contact:
Web: http://ski.fkip.uns.ac.id
Twitter: @skifkip_uns @KeepFULDKIP

Monday, August 25, 2014

NEGERI TANPA AYAH


by : Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)


1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola.


2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak.


3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi
 

4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja.

5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah


6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab : "AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya."


9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya


10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.


11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?


13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi


14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya


15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli


16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH


17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak


18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya


19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi


20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.


21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut


22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid


23| Harus ada sosokp AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH


24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan 


25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid.


26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya


27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya


28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'


29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya 


30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak


31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika


32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama


33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi


34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH.


35| Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli


Silahkan share tulisan ini. Semoga bisa menjadi ibrah:

Monday, August 18, 2014

Refleksi Kemerdekaan RI: Tanpa Islam dan kaum muslimin…negeri ini bukan apa-apa

 

Abdullah Haidir, Lc

Kira2…saat dahulu mujahidin Indonesia berjuang mengusir penjajah, apakah teriakan takbir yg kerap mrk lantangkan ataukah teriakan merdeka?

Kira2…nilai2 apakah yg paling ampuh menggelorakan semngat juang para mujahid saat mengusir penjajah? nilai agama atau nasionalisme..?

Kira2 .... tokoh2 inspirator perjuangan mengusir penjajah di berbagai pelosok tanah air, ulama atau artis..?

Kira2…negara2 mana yg sngat tulus menginginkn kemerdekaan bangsa kita saat itu…negeri2 Islam atau negeri2 imperialis salibis?

Kira2…jargon para mujahid kita saat mengusir penjajah dahulu… “merdeka ataoe mati” atau “hidup mulia atau mati syahid”…?

Kira2…inpirasi perjuangan para mujahid kita mengusir penjajah didapt sepulang mereka dari Mekah atau dari Washington dan London?

Kira2..basis2 perjuangan para mujahid kt saat mengusir penjajah, masjid atau night club? pesantren atau bioskop? surau atau discotic?

Kira2… yang paling cepat merespon seruan jihad mengusir penjajah saat itu santri apa anak band?

Kira2… yang kini paling diharapkan arwah para mujahid pengusir penjajah, lantunan doa tulus atau nyanyian dn joget di panggung dangdut…?

Status ini bkn utk mengungkit maslh SARA… hanya agar diketahui bhw tanpa Islam dan kaum muslimin…negeri ini bukan apa2..

Maka.. ironis dan ahistoris, jk setelah merdeka, teriakan takbir menjadi asing dan ditakuti, sedangkan nilai2 agama justeru dicurigai..

Maka, ironis dn ahistoris, jk setelah merdeka bukannya membesarkan Allah, tapi justru mengagungkan materi dn menjadi kacung imperialis…

Maka, adalah ironis & ahistoris jk setelah merdeka pr ulama yg menjadi inspirator jihad melawan penjajah diabaikan bahkn dilecehkan…

Preseden buruk Bani Israel, ingin merdeka dr Fir’aun, minta pertolongan Allah&NabiNya. Setelah merdeka, Allah diingkari Nabinya pun dimusuhi...

Selamat merdeka negeriku, moga kau makin sadar, darimana, apa, bagaimana dan untuk apa kemerdekaan itu….!!

(dari twit @abdullahhaidir1 16/8/2014 -- malam jelang 17Agustus)

Pelukan Tulus Ayah Kepada Anaknya akan Jadi Pribadi Tangguh Saat Dewasa



Jendela-Keluarga: Pelukan yang diberikan orangtua kepada anak bukan sekadar bentuk ungkapan rasa sayang saja. Lebih dari itu, pelukan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh ternyata bisa ikut membentuk karakter anak sejak dini.

Jika umumnya ibu yang lebih sering memeluk anak, kini peran ayah pun jangan sampai diabaikan. Transfer kasih sayang antara ayah dan ibu ternyata memberikan energi yang berbeda pada anak.

Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm, menjelaskan, seorang ayah yang sering memeluk anaknya, tanpa disadari berarti ia telah mentransfer kemampuan kemandirian. Figur seorang ayah yang bertanggungjawab dan tangguh merupakan karakteristik yang bisa 'menular' juga pada anak.

"Karena laki-laki mentransfer aspek-aspek yang sifatnya berani terhadap figur otoritas di luar. Yang dekat dengan bapaknya, biasanya lebih tough di luar," jelas Melly kepada Wolipop.

Sementara pelukan ibu, mengajarkan anak untuk jadi pribadi yang lebih lembut. Tidak selalu berarti menjadikan anak cenderung bertutur kata halus, bersuara pelan atau berperilaku lembut terhadap setiap orang. Tapi lebih kepada membentuknya jadi seseorang yang lebih peduli kepada orang lain.

"Ibu yang suka memeluk anaknya bisa transfer figur empati," tukas psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Seberapa sering anak harus dipeluk kedua orangtuanya untuk mewujudkan pembentukan karakter positif secara maksimal? Melly mengatakan, tidak ada batasannya.

Namun menurut penelitian yang disebutkan oleh Kathleen Keating dalam bukunya 'The Hug Therapy', pelukan pada anak maupun orang dewasa idealnya diberikan 4-12 kali dalam sehari. Meski begitu, Melly tidak menyarankan para orangtua untuk menghitung berapa kali pelukan yang harus ia berikan setiap harinya.

Yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas. Berikan pelukan yang tulus saat Anda dan anak sedang bersantai, mengobrol setelah ayah atau ibunya pulang kerja atau menjelang tidur. Pelukan erat dan hangat, sambil membelai rambut atau mengelus punggung juga bisa dicoba agar hasilnya lebih efektif.

sb: detik.com

Tuesday, June 24, 2014

Sepuluh Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak




Jendela-Keluarga - OTAK, seperti yang kita ketahui, juga bekerja sebagaimana anggota tubuh kita yang lain bekerja. Namun, mungkin tanpa kita sadari, ada beberapa kebiasaan dan pekerjaan kita yang bisa membuat otak kita jadi rusak. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Tidak Sarapan Pagi
 
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
 
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
 
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengonsumsi gula terlalu banyak
 
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
 
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
 
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
 
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
 
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
 
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi

Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Menghilangkan kebiasaan memang tidak gampang. Namun juga tidak sesulit yang kita bayangkan. Masalahnya adalah kita terkadang tidak benar-benar percaya apakah kebiasaan buruk itu bisa dihilangkan dan dihentikan selama-lamanya dalam diri kita. [sumber: islampos/metode pengobatan nabi]

Tuesday, June 17, 2014

Video Inspiratif dari Rusia Orang Terharu dan Menagis Melihatnya

Video Inspiratif
Jendela-Keluarga : Russian video that made the whole world cry (Video dari Rusia yang membuat menangis orang seluruh dunia). video ini menceritakan sebuah kebiasan atau tradisi manusia untuk membantu dan menolong orang lain yang mengalami kesulitan.


Anak-anak Itu...



Jendela Keluarga: Suara tangisan anak kita yang masih kecil, kegaduhan mereka karena bertengkar dengan kakaknya, kerepotan yang muncul akibat mengurus anak-anak di pagi hari menjelang mereka berangkat sekolah, semua itu adalah orkestra yang sangat indah dan merdu di kalbu.

Mungkin sebagian dari kita saat ini merasakan itu semua sebagai beban yang melelahkan. Padahal mestinya dinikmati saja sebagai alunan musik dan simfoni alami di dalam kehidupan keluarga selama anak-anak lucu itu masih bersama dengan kita. Waktunya tidak lama.

Kelak pada masanya mereka akan berpisah dengan kita. Mungkin karena belajar di pesantren atau boarding school, mungkin karena kuliah di kota yang berbeda dengan tempat tinggal kita, mungkin karena sudah hekerja dan bahkan memiliki keluarga. Apapun alasannya, satu per satu anak-anak itu akan berpisah dengan kita...

Hingga akhirnya kita tinggal berdua saja di rumah, tanpa mereka... Saat itulah kita akan merasakan kerinduan yang amat sangat... Suara tangisan itu, rengekan itu, keributan itu, pertengkaran itu, kegaduhan itu.... Sekarang tidak ada lagi. Rumah kita menjadi sepi.

Maka, selagi mereka masih bersama kita, nikmati saja semua kegaduhannya. Sungguh, waktunya tidak lama. Hanya sebentar saja.

Oleh: Ustd. Cahyadi Takariawan