Selamat Datang di Web Jendela Keluarga Aris Nurkholis - Ratih Kusuma Wardani

Jendela Keluarga: Mewujudkan Keluarga Islami

Keluarga muslim adalah keluarga yang dibangun atas dasar nilai-nilai keislaman, Setiap anggota keluarga komintmen terhadap nilai-nilai keislaman. Sehingga keluarga menjadi tauladan dan lebih dari itu keluarga menjadi pusat dakwah Islam.

Merajut Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah

Keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Cinta Tanpa Syarat

Ketika suami dan isteri sudah menetapkan “cinta tanpa syarat” dan saling memahami, maka perbedaan dan pertengkaran tidak membesar menjadi konflik yang merusakkan kebahagiaan keluarga.

Cinta Tidak Harus Dengan Kata

Mencintai dengan sederhana, adalah mencintai “dengan kata yang tak sempat diucapkan” dan “dengan isyarat yang tak sempat disampaikan”.

Komunikasi dan Interaksi Penuh Cinta

Hal yang sangat vital perannya dalam menjaga keharmonisan rumah tangga adalah interaksi dan komunikasi yang sehat, komunikasi yang indah dan melegakan serta komunikasi penuh cinta antara seluruh anggotanya.

Wednesday, June 10, 2015

Menyiapkan Diri dan Keluarga Menyambut Ramadhan

Photo Keluarga Aris-Dani

Alhamdulillah saat ini kita sudah berada di bulan Sya'ban, itu artinya sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang mulia, bulan penuh keberkahan yaitu bulan suci Ramadhan. Bulan ini adalah bulan khusus yang Allah sediakan kepada hambanya sebagai madrasah untuk mencapai derajat tertinggi di hadapan-Nya yaitu ketaqwaan. Sudah selayaknya kita semua menyambutnya dengan penuh suka cita dan bahagia akan datangnya bulan suci ramadhan ini. Namun tidak semua umat muslim memiliki perasaan yang sama dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Setidaknya terdapat dua sikap orang dalam menyambut dan menghadapi bulan penuh keberkahan, rahmat dan maghfirah yaitu bulan Ramadhan. 

Pertama adalah mereka yang bergembira dan penuh antusias serta suka cita dalam menyambut datangnya  bulan Ramadhan. Karena baginya, bulan Ramadhan adalah kesempatan besar yang Allah anugerahkan kepada siapa saja yang dikehendaki untuk menambah bekal spiritual dan bertaubat dari semua dosa dan kesalahan. Ramadhan baginya adalah bulan bonus di mana Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan. Maka segala sesuatunya dipersiapkan untuk menyambut dan mengisinya. Baik mental, ilmu, fisik, harta, dan spiritual. Bahagia, karena di bulan ini terdapat janji dijauhkannya seseorang dari api neraka.
 
Sedangkan yang kedua adalah mereka yang dalam menyambutnya dengan sikap yang dingin. Tidak ada suka-cita dan bahagia sedikitpun. Bahkan lebih miris lagi ada sebagian orang yang cenderung antipati dan tidak senang akan datangnya bulan ramadhan. Baginya, Ramadhan tidak ada bedanya dengan bulan-bulan lain. Orang seperti ini tidak bisa memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Dosa dan kesalahan tidak membuatnya risau dan gelisah hingga tak ada upaya maksimal untuk menghapusnya dan menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk kembali kepada Allah. Padahal para sahabat dan salafus-shalih  senantiasa menyambut bulan Ramadhan dengan bahagia dan suka cita serta selalu melakukan persiapan baik mental, material dan spiritual.  

Oleh karena itu, agar Ramadhan yang tak lama lagi akan kita sambut ini bisa memberikan kemanfaatan yang optimal, lebih bermakna dan membekas dalam diri dan keluarga kita maka diperlukan kesiapan yang memadai dari setiap pribadi, termasuk kesiapan keluarga kita dalam menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pertanyaannya adalah sudahkah saat ini kita mempersiapkan diri dan keluarga kita untuk menyambut Ramadhan? Apa saja yang sudah atau akan kita persiapkan untuk menyambutnya? Alangkah baiknya jika kita sudah bersiap-siap menyambutnya sejak sekarang, bahkan seharusnya jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan. sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW mempersiapkan bulan suci Ramadhan sejak bulan Rajab bahkan jauh hari sebelumnya.

Pertama-tama tentunya memulai dengan doa seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu, “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan”.

Ustad Cahyadi takariawan dalam sebuah tulisanya menyampaikan ada beberapa persiapan yang harus disiapkan. Diantara cara menyiapkan diri dan anggota keluarga kita adalah dengan beberapa aktivitas berikut:

Pertama, buatlah acara bersama seluruh anggota keluarga

Carilah waktu yang tepat beberapa hari sebelum Ramadhan untuk membuat acara bersama seluruh anggota keluarga. Suami, isteri dan anak-anak berkumpul dalam suasana yang santai dan nyaman. Pada saat berkumpul itulah, orang tua menyampaikan pesan-pesan kepada anak-anak agar mereka bersiap menyambut kedatangan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi tiba. Jika perlu, bisa mengundang teman atau ustadz untuk menyampaikan pesan-pesan menjelang Ramadhan. Pertemuan bisa dilakukan di rumah sambil makan malam bersama, atau mengambil tempat di luar sambil rekreasi keluarga

Kedua, buatlah target dan agenda Ramadhan bersama seluruh anggota keluarga

Salah satu tradisi yang baik dalam rumah tangga muslim adalah membuat target bacaan dan hafalan Al Qur’an selama Ramadhan. Misalnya, suami mentarget berapa kali khatam Al Qur’an selama Ramadhan, isteri berapa kali khatam, dan masing-masing anak khatam berapa kali. Tentu disesuaikan dengan kemampuan, namun masing-masing saling memotivasi untuk bisa lebih banyak khatam.

Dalam hal hafalan juga bisa ditarget, surat apa yang akan dihafal oleh masing-masing anggota keluarga selama Ramadhan. Bisa juga ditambah target membaca buku-buku tertentu yang bermanfaat, sesuai usia dan pendidikan anak-anak. Semua target tersebut bisa ditulis dalam kertas dan ditempel di dinding rumah untuk pengingat dan penyemangat untuk mencapai target. Keluarga saya menyebut ini sebagai “Janji Ramadhan”, dimana masing-masing dari kami berjanji untuk melaksanakan aktivitas sesuai target yang telah disepakati bersama keluarga.

Agenda Ramadhan hendaknya disepakati bersama keluarga, misalnya melaksanakan shalat tarawih dimana, melaksanakan i’tikaf dimana, buka puasa dimana, melaksanakan shalat Iedul Fitri dimana, dan seterusnya. Ini semua dimaksudkan agar Ramadhan menjadi lebih berkesan dan tidak membosankan. Misalnya, untuk melaksanakan shalat tarawih, bisa berganti-ganti masjid, sehingga bisa berganti-ganti suasana.

Ketiga, membersihkan dan memperindah rumah

Menjelang Ramadhan, buatlah suasana yang sedikit berbeda di rumah kita. Bersihkan rumah kita, lebih dari biasanya. Kalau setiap hari kita membersihkan rumah “sekedarnya”, maka menjelang Ramadhan ini kita bersihkan rumah hingga detail, semua bagian dibersihkan. Setelah bersih, bisa dibuat beberapa bagian hiasan di rumah, agar rumah sudah bernuansa Ramadhan saat memasuki bulan suci tersebut.

Keluarga saya paling suka menyiapkan tempat untuk makan sahur dan buka. Rumahnya tetap itu juga, namun suasananya berbeda ketika hari pertama makan sahur di bulan Ramadhan. Kami men-setting tempat sahur dan buka di bagian tertentu di rumah, dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Hanya dengan memindah barang-barang tertentu, mengubah tata letak, atau mengecat satu bagian dinding, ini sudah tampak sangat berbeda dan berubah.

Keempat, menyiapkan perlengkapan Ramadhan

Menjelang Ramadhan sebaiknya sudah disiapkan berbagai perlengkapan yang menunjang kekhusukan dan kesuksesan ibadah Ramadhan. Misalnya, agar bersemangat mencapai target Ramadhan kita bisa membeli mushaf Al Qur’an baru, jika memiliki anggaran dana untuk itu. Namun jika tidak memiliki dana, cukuplah menggunakan Al Qur’an yang sudah ada. Termasuk perlengkapan yang diperlukan adalah jadwal imsakiyah, yang dengan mudah bisa di-download dari berbagai situs terpercaya.

Saya termasuk orang yang suka membeli Al Qur’an baru menjelang Ramadhan, karena hal ini bisa memberikan semangat baru. Selain itu, saya memang ingin di rumah saya tersedia banyak Al Qur’an karena setiap Ramadhan selalu digunakan tempat shalat tarawih anak-anak kampung, dan diteruskan dengan tadarus bersama. Kadang anak-anak menjadi lebih semangat melaksanakan shalat tarawih karena memiliki sarung baru atau sajadah baru. Namun itu semua harus disesuaikan dengan kondisi keuangan. Tidak boleh memaksakan diri untuk menghadirkan berbagai perlengkapan teknis tersebut.

Kelima, mengulang pelajaran ibadah Ramadhan

Salah satu sifat manusia adalah lupa. Kendati fikih Ramadhan sudah kita pelajari sejak kecil, namun penting bagi kita untuk mempelajari ulang berbagai ajaran tentang ibadah Ramadhan dan Idul Fithri. Bagus kalau kita mengajak semua anggota keluarga mempelajari lagi berbagai hal tentang fikih Ramadhan, agar pelaksanaan ibadah selama Ramadhan bisa lebih sempurna dan optimal.

Setiap kali saya mengisi kajian Ramadhan, berbagai pertanyaan di seputar ibadah Ramadhan selalu muncul dan berulang. Ini menandakan, kita harus selalu mengulang pelajaran ibadah Ramadhan sebelum memulai bulan Ramadhan, agar ingatan kita tersegarkan kembali.

Demikianlah beberapa aktivitas untuk menyambut bulan Ramadhan bersama seluruh anggota keluarga. Semoga Ramadhan 1436 H ini menjadi lebih sempurna dan memberikan keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara kita. Amin.


Referensi bacaan: 
http://www.salimah.or.id/menyiapkan-keluarga-menyambut-ramadhan/
http://www.kompasiana.com/pakcah/menyiapkan-keluarga-untuk-menyambut-ramadhan-1436-h_556c22cc339373f2048b4567
http://ummi-online.com/7-tips-mempersiapkan-keluarga-menyambut-bulan-ramadhan.html


Friday, March 6, 2015

Lomba Penulisan Artikel Berhadiah Puluhan Juta


Lomba Penulisan Artikel dan Features Kemendikbud 2015 berhadiah jutaan rupiah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2015. Lomba ini diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud).
Adapun  tema lomba ini adalah “Penguatan Pelaku Pendidikan: siswa, guru, orangtua, dan kepala sekolah”.
Selain tema besar, lomba ini juga mengusung beberapa subtema, yaitu meliputi:

  1. Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan
  2. Pendidikan sebagai proses kegembiraan
  3. Memuliakan guru
  4. Peran orangtua dan guru dalam membangun karakter kejujuran siswa

Kriteria Lomba:
  1. Lomba penulisan artikel untuk guru dan/atau orangtua siswa, dan lomba penulisan karangan khas (features) untuk  wartawan media cetak.
  2. Artikel dan features adalah karya asli, tidak duplikatif atau replikatif.
  3. Artikel dan features belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
  4. Artikel dan features telah dimuat pada media massa cetak (nasional, daerah, maupun media internal institusi) yang terbit di Indonesia. Kategori Artikel dimuat pada periode 1 November 2014 s.d 2 April 2015, sedangkan kategori Features dimuat pada periode 1 Januari s.d 2 April 2015.
  5. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  6. Peserta bukan pegawai Kemdikbud Pusat
  7. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel dan features.
  8. Pengiriman naskah artikel dan features dilampirkan bukti pemuatan paling lambat tanggal 2 April 2015 (cap pos) dan diterima panitia paling lambat tanggal 7 April 2015, dikirim ke alamat panitia lomba: Pusat Informasi dan Humas, Gedung C lt. 4, Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat 10270.
  9. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama, alamat, email, nomor telpon/handphone, dan fotocopy kartu identitas KTP/SIM. Khusus wartawan untuk kategori features juga melampirkan kartu pers.
  10. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_RI pada bulan Mei 2015. 12. 
  11. Keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba. Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi laman http://www.kemdikbud.go.id
  12. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
          Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
          Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
          Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)

Tuesday, February 24, 2015

Badmood (dalam) Berjamaah?

 

Jendela-Keluarga.com - Lazimnya dalam sebuah perkumpulan, hidup berada dalam satu atap organisasi atau jamaah, tak akan ada yang 100 % mulus tanpa hambatan. Terlebih kita adalah manusia, dengan segala keunikan karakter, latar belakang, dan tentunya style masing-masing orang berbeda.

Wajar bila dalam perjalanan hidup berjamaah, sesekali seorang anggota-kader-simpatisan, merasakan badmood (al-majaz as-salbi). Efeknya bisa beragam: 1. Pasif, tetap bergabung tapi minim kontribusi; 2. Berhenti sejenak, untuk menetralisir suasana; 3. Kritis, dengan tetap mengedepankan etika dan adab berjamaah; 4. Merusak, menebar aib lalu menyerang.

Uniknya, penyikapan terhadap suasana badmood selalu reaktif dan bukan persuasif antisipatif. Katakanlah seorang qiyadah atau pimpinan bukan muhasabah (melihat ke dalam) namu acap menunjuk hidung, mencari kambing hitam, tanpa pernah menyentuh substansi permasalahan. Akhirnya borok kecil yang terus dirojok pun menganga, mengakibatkan infeksi, pendarahan, dan ujung-ujungnya amputasi.
Ada baiknya sebagai kader-kader dakwah, yang tiada lain harapan Indonesia masa depan. Ada baiknya kita menerapkan tarbiyyah dzatiyah untuk diri kita di semua level dan tingkatan pembinaan. Tarbiyah dzatiyah tersebut adalah:
  1. Tidak memelihara negative thingking.
Istilah kata, mengedepankan salamatush shadr (kelapangan dada). Sebab memelihara pemikiran negatif, sama saja dengan merawat penyakit. Ini rahasianya, mengapa larangan al-ghill dan zhann itu justru bagi orang-orang beriman kepada sesama orang beriman.
  1. Tentukan pilihan: Bahagia berjamaah dan Bahagiakan jamaah!
Tak ada kebahagiaan saat hidup menyendiri. Namun bila berjamaah malah menambah resah, maka ada dipastikan ada yang salah! Karena pada dasarnya, berjamaah itu mendatangkan bahagia. Maka tugas kita pun membahagiakan jamaah. Abu Dzar Al-Ghiffari pernah menasihati dalam konteks seni berhubungan antar manusia, “Tipe manusia itu jika dikritik, pasti akan mengkritik balik. Jika kau tinggalkan (tak perhatikan), maka ia pun akan meninggalkan (tak perhatikan) kamu. Manusia itu tawanan kebaikan.”
Prinsip berjamah adalah merangkai amal-amal kebaikan. Tidak fokus pada kritik, pun tidak antikritik. Menawan sebanyak mungkin orang dengan kebaikan-kebaikan. Itulah kebahagiaan!
  1. Fokus pada hal positif, apapun itu!
Tak ada yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanya milik Allah. Ketika kita cenderung mencari kesempurnaan dari jamaah, siap-siaplah kecewa. Saat kita mencari pribadi sempurna, siap-siap terhina! Berjamaah itu batu-bata menuju keridhaan Allah, bukan menuju kesempurnaan. Maka tarbiyah mengajarkan, kita semua adalah juru-juru kebaikan bukan juru-juru penghakiman.
  1. Menutup celah pada waswasil khannas minal jinnati wannaas.
Bisikkan, provokasi, bahkan iming-iming adalah bagian dari upaya melanggengkan penyakit hati. Jangan salah mencari teman curhat/curcol. Bisikan jin dan manusia itu tak kenal marhalah/level/jenjang tarbiyah seseorang. Siapapun bisa dihinggapi, tanpa sadar. Cemburu. Iri dengki. Tidak puas. Malah perasaan senioritas, justru menjadi penyakit akut yang belum tuntas hingga detik ini.
  1. Istafti qalbaka, dengarkan suara hati.
Bila badmood hinggap, segera tanyakan pada hati: untuk apa sebenarnya kita hidup berjamaah? Menjadi anggota dewan? Menjadi pejabat? Mendapat proyek Gubernur/bupati/walikota? Atau meraih ridha Allah Ta’ala? Tentu hati nan selalu basah dengan dzikrullah, ma’tsurat, dan dzikir Qurani. Adapun hati yang sudah bersemayam ghill, suu zhann, tak patut diminta pendapat.
  1. Tulis besar-besar 3 hal positif yang kita rasakan saat berjamaah!
Jangan buang-buang waktu. Usia kita makin tua. Jalan juang masih terlalu panjang. Jika kita hanya mengurusi sakit hati, tersinggung, atau perasaan terpinggirkan, itu sama halnya kita menyerahkan masa depan umat ini kepada srigala-srigala Yahudi-Salibis-Syiah.

Ada baiknya kita tulis, 3 hal positif! Lakukan dengan benar! Tulis dengan stabilo tebal! Hujamkan dalam hati, bahwa badmood itu hanyalah wabah!

Inilah pola tarbiyah dzatiyah yang dilakukan baginda Nabi saw., pola tarbiyah dzatiyah  berkesinambungan. Mulai dari Al-Arqam bin Abil Arqam, hingga tarbiyah maidaniyah di medan perjuangan. Tarbiyah yang beliau lakukan, memunculkan mutiara terpendam dari potensi kader-kader dakwah Islam. Tarbiyah itulah yang memoles style dan memperhalus karakter. Semoga!

Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015

 

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2015, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan 2015.

Tema Lomba adalah: “Penguatan Pelaku Pendidikan: siswa, guru, orangtua, dan kepala sekolah”

Subtema:
  1. Sekolah sebagai tempat yang menyenangkan
  2. Pendidikan sebagai proses kegembiraan
  3. Memuliakan guru
  4. Peran orangtua dan guru dalam membangun karakter kejujuran siswa

Kriteria Lomba:

  1. Kategori lomba foto meliputi 3 kategori yaitu kategori pelajar, kategori guru dan/atau orangtua siswa, serta kategori wartawan.
  2. Foto adalah karya asli, tidak rekayasa, duplikatif, replikatif, ataupun reproduksi.
  3. Foto belum pernah/tidak sedang diikutsertakan dalam lomba apapun.
  4. Fotografer bukan pegawai Kemdikbud Pusat.
  5. Pengambilan foto dapat menggunakan kamera DSLR, kamera saku, maupun kamera smartphone high resolution.
  6. Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto.
  7. Pengiriman foto dalam format JPEG dengan ukuran maksimum 2,50 MB per foto, resolusi 72 per inch, berwarna (full colour), dan dibuat pada tanggal 1 Januari s.d 2 April 2015, ke email: lombafoto@kemdikbud.go.id, paling lambat tanggal 2 April 2015, pukul 16.00 WIB, dengan mencantumkan judul foto dan narasi singkat.
  8. Setiap peserta wajib melampirkan identitas pengirim yaitu: nama lengkap, akun twitter, alamat, email, nomor telpon/handphone, fotocopy Kartu Pelajar untuk pelajar, fotocopy KTP/SIM dan Kartu Keluarga untuk guru dan/atau orangtua siswa.
  9. Semua foto yang disertakan dalam lomba, wajib diunggah di akun twitter peserta dengan mention ke akun @kemdikbud_RI dan menggunakan tagar #lombafotokemdikbud.
  10. Khusus kategori wartawan, karya fotonya sudah pernah dimuat di media cetak atau media online, disertai bukti pemuatan dan melampirkan kartu pers.
  11. Karya Foto yang telah dikirim menjadi milik panitia untuk kepentingan publikasi dan hak siar Kemdikbud.
  12. Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id, facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta twitter @kemdikbud_RI pada bulan Mei 2015.
  13. Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
          Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
          Juara II : Rp   7.500.000 (dipotong pajak)
          Juara III : Rp   5.000.000 (dipotong pajak)
  1. Keputusan panitia bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat. Panitia berhak menggugurkan karya foto apabila diketahui tidak sesuai dengan kriteria lomba.

Sunday, February 22, 2015

Lomba Menulis Surat Remaja 2015 Berhadiah Total Rp36 Juta

 

Jakarta, Kemendikbud --- Pemerintah terus berupaya mendukung peningkatan minat menulis dan membaca generasi bangsa melalui berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada tahun ini adalah Lomba Menulis Surat Remaja Nasional 2015.

Lomba Menulis Surat Remaja 2015 diperuntukkan bagi remaja berusia maksimal 15 tahun. Lomba ini berlangsung pada 9 Februari hingga 9 Maret 2015. Peserta harus menulis surat sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu “Dunia yang Kamu Inginkan untuk Tumbuh dan Berkembang”.

Surat yang ditulis harus terdiri atas 500 s.d 800 kata. Surat tersebut dapat ditujukan pada teman, keluarga masyarakat di sekitar tempat tinggal, guru, tokoh yang diidolakan, keluarga, pemerintah, organisasi internasional dan lainnya. Bentuk dan teknik penyajian surat juga harus sesuai dengan tata penulisan surat pada umumnya , misalnya pencantuman tempat dan tanggal pengiriman, alamat surat yang dituju, salam pembuka/penutup dan tandatangan pengirim surat.

Kegiatan Lomba Menulis Surat Remaja 2015 ini diselenggarakan oleh Direktorat Pos, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Selain sebagai ajang kompetisi untuk meningkatkan kreativitas, Lomba Menulis Surat Nasional juga bertujuan untuk memasyarakatkan layanan jasa pos.

Penyelenggaraan lomba ini juga sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam International Letter-Writing Competition for Young People 2015 yang diadakan oleh Universal Postal Union (UPU) atau Perhimpunan Pos Sedunia. Surat terbaik (pemenang pertama) akan diikutsertakan pada International Letter Writing Competition for Young People 2015. 

Para pemenang Lomba Menulis Surat Remaja 2015 akan mendapat penghargaan berupa trofi, sertifikat dan kompensasi hak cipta penulisan dalam bentuk tunai dengan perincian Rp17 juta untuk pemenang pertama, Rp10 juta untuk pemenang kedua, dan Rp9 juta untuk pemenang ketiga.

Karya (surat) selambat-lambatnya harus masuk pada 9 Maret 2015 (cap pos), dan dikirimkan ke alamat:
Panitia Lomba Menulis Surat remaja Nasional 2015

Direktorat Pos
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika
Kementerian Komunikasi dan Informatika
Gedung Sapta Pesona, lantai 6
Jalan Medan Merdeka Barat No. 17
Jakarta 10110.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 0213835927, telepon selular 082112348144 (Wahyu) dan 081354764282 (M.Fadh), faks : 02138362870, dan email : prangko@postel.go.id. (Desliana Maulipaksi)

Thursday, December 4, 2014

Lomba Menulis Puisi dan Cerita Mini Hari Ibu

Salam Sastra dan Literasi! Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak hanya sepanjang galah. Begitulah peribahasa yang menggambarkan betapa besarnya kasih seorang ibu kepada anaknya. “Surga berada ditelapak kaki ibu”,dan begitulah pepatah yang sudah lama sekali kita kenal. Pernahkah kalian mencoba untuk menyentuhnya? ^,^

Dalam rangka menyambut hari Ibu yaitu pada tanggal 22 Desember, PJ Peri Kecil bekerja sama dengan PENERBIT OKSANA mengajak kalian untuk berpartisipasi dalam event menulis puisi dan cermin bertajuk “Engkaulah Surga-ku”. Dalam Event ini, kalian dipersilahkan menuangkan rasa kasih sayang kalian pada Ibu tercinta ^_^

Sebelumnya, yuk simak terlebih dahulu syarat dan ketentuan untuk mengikuti event ini. Baca dengan teliti, yah. Kawan!


1.      Peserta adalah warga negara Indonesia (Tidak dibatasi Usia dan Jenis Kelamin)

2.      Syarat Wajib:

  •     Bergabung dengan Grup “OKSANA MENULIS” (http://www.facebook.com/groups/623969087691252 )
  •     Peserta wajib LIKE Facebook Fanspage Penerbit Oksana (https://www.facebook.com/pages/Penerbit-       Oksana/1467715573445659 )
  •     Berteman dengan Penerbit Oksana (https://www.facebook.com/penerbit.oksana )
  •     Berteman dengan FB Peri Kecil ( https://www.facebook.com/catatanpericil )

3.       Jenis tulisan PUISI dan CERMIN dengan tema “Engkaulah Surga-ku” (Boleh mengikuti salah satu kategori           saja, boleh keduanya)

4.       Naskah harus karya asli penulis. Bukan jiplakan, saduran atau pun terjemahan. Belum pernah 

          dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.

5.       Judul bebas dan karya tidak menganduk unsur SARA dan pornografi.

6.       Dengan mengikuti Event ini, berarti penulis menyatakan bahwa karyanya menjadi hak pelaksana lomba               (untuk menerbitkan), sedang hak cipta tetap pada penulis.

7.       Ketentuan Naskah:

  • Naskah diketik rapi di Ms. Word dengan ukurankertas A4, jarak spasi 1,5. Font Times New Roman 12 pt, margin 3333 (bataskanan, kiri, atas bawah masing-masing 3cm).
  • Panjang puisi maksimal 20 baris tidak termasukjudul dan titimangsa sedangkan Cermin maksimal 500 kata tidak termasuk judul dan titimangsa.
  • Sertakan judul diawal tulisan dan titimangsa (Tempat dan tanggal pembuatan karya) diakhir tulisan serta persembahan khusus untuk ibu kalian tercinta.
Contoh:

ENGKAULAH SURGA-KU (judul)

(Isi puisi/cermin)

..................................

.................................

.................................



Tangerang, 22 Desember 2014 (Titimangsa)

*kupersembahkan puisi/cermin ini untuk wanita yang luar biasa Ibu Siti Suriyatni, ibuku tercinta :* (persembahan khusus)

Diakhir naskah sertakan biodata narasimu maksimal 50 kata. Meliputi nama, nama FB, alamat Email, no HP, serta prestasi menulismu dalam dunia kepenulisan (jika ada).

Naskah dikirim ke email:duniaperikecil04@gmail.com cc;oksana.menulis@gmail.com berbentuklampiran (attachment), tidak ditulis di badan email. Badan email biarkan kosong.


Format pengiriman naskah untuk nama file dan dan di subjek email:

=> Untuk puisi: PUISI_Judul Puisi_Nama Penulis

Contoh => PUISI_Engkaulah Surga-ku_Peri Kecil

=> UntukCermin:CERMIN_JudulCermin_NamaPenulis

Contoh=> CERMIN_Engkaulah Surga-ku_Peri Kecil


8.       Memiliki akun FB dan memposting info lomba ini dengan mengetag minimal 15 orang teman literasimu,               termasuk akun Peri Kecil.

9.       Update peserta InsaAllah akan dilakukan setiap hari Minggu di Grup Penerbit Oksana atau akun Peri                   Kecil.

10.     Pengiriman naskah ditunggu paling lambat tanggal 28 Desember 2014 pukul 23.59WIB.

11.     Pengumunan pemenang dan kontributor karya diumumkan pada tanggal 4 Januari 2015 di Grup Penerbit            Oksana.

12.     Bagi peserta yang tidak mengikuti semua ketentuan diatas dengan terpaksa akan langsung                  

          didiskualifikasi.



Akan dipilih 60 karya puisi dan40 karya Cermin terbaik yang akan dibukukan dalam antologi bersama. Juara dari tiap kategori akan dipilih dari keseluruhan naskah yang terpilih. Seluruh kontributor akan mendapatkan E-Sertifikat dan potongan paket penerbitan sebesar 50ribu.

  •  Juara 1 Puisi: E-Sertifikat + Voucher Penerbitan 250Ribu + bukubukti terbit
  • Juara 2 Puisi: E-Sertifikat + Voucher penerbitan 200Ribu
  • Juara 3 Puisi: E-Sertifikat + Voucher penerbitan 150Ribu
  • Juara1 Cermin: E-Sertifikat + Voucher Penerbitan 250Ribu + buku bukti terbit
  • Juara2 Cermin: E-Sertifikat + Voucher penerbitan 200Ribu
  • Juara 3 Cermin: E-Sertifikat + Voucher penerbitan 150Ribu

NB: Info paket penerbitan bisa dilihat di http://penerbitoksana.blogspot.com



Monday, November 10, 2014

Adab Murid Kepada Guru


Guru adalah orang tua kedua, yaitu orang yang mendidik murid-muridnya untuk menjadi lebih baik sebagaimana yang diridhoi Alloh ‘azza wa jalla. Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orang tua, maka wajib pula mematuhi perintah para guru selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syari’at agama.
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, namun kita sebagi muridnya tak pernah menghargai. Setidaknya kita belajar dengan baik pun guru akan merasa senang. Perilaku murid yang baik terhadap guru yang mengajarkan ilmu agama mau pun ilmu umum yang betul ajarannya ialah :
  1. Selalu hormat padanya
    arti hormat disini, kita sebagai seorang murid hendaklah mengikuti segala perintahnya selama kita berada di sekolah.
  2.  Mengikuti kegiatan belajar dengan baik
  3. Tidak membangkang perkataannya
  4. Jangan bertanya sebelum guru kita berhenti berbicara
Di antara akhlaq kepada guru adalah memuliakan, tidak menghina atau mencaci-maki guru, sebagaimana sabda Rosululloh saw :
Ù„َÙŠْسَ Ù…ِÙ†َّا Ù…َÙ†ْ Ù„َÙ…ْ ÙŠُÙˆَÙ‚ِّرْ ÙƒَبِيرَÙ†َا Ùˆَ ÙŠَرْØ­َÙ…ْ صَغِيرَÙ†َا
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan tidak menyayangi orang yang lebih muda,” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).
Hendaklah kita hormat kepada guru kita, karena tiada bergunalah serta bermanfaat semua ilmu kita jika durhaka kepada guru kita. Kita bisa membaca, menulis, berhitung itu karena jasa sang guru. Maka jikalau kita ingin ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat berbaktilah kalian pada guru kalian. [santi/islampos/adabulinsan]